alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo
Pengamanan Idul Fitri & Kenaikan Isa Almasih

Polresta Solo Terjunkan Ribuan Personel: No Konvoi & Takbir Keliling!

12 Mei 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Apel kesiapan Operasi Ketupat Candi di halaman Mapolresta Surakarta, Rabu (5/5) lalu.

Apel kesiapan Operasi Ketupat Candi di halaman Mapolresta Surakarta, Rabu (5/5) lalu. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Ribuan personel bakal diterjunkan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri di Kota Solo. Kebetulan, Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Tim khusus juga akan diterjunkan guna mencegah adanya konvoi sepeda motor maupun takbir keliling. Termasuk ancaman dari aksi teror.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, belajar dari pengalaman perayaan Lebaran tahun lalu membuat angka kenaikan Covid-19 di Solo tercatat meningkat. Hal itu menjadi perhatian Forkompimda Kota Surakarta untuk mengetatkan perayaan Lebaran tahun ini

Kapolresta menegaskan perayaan takbiran keliling dilarang termasuk di permukiman. Pos pengamanan dan petugas yang bergerak bakal membubarkan jika ditemukan konvoi takbiran.

Baca juga: Pesona Embung Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali

“Lima tim pengurai khusus kerumunan tersebar di seluruh kecamatan. Tim itu khusus bertugas di pusat-pusat keramaian dan berwenang untuk membubarkan kerumunan. Tim penyidik khusus kerumunan juga telah siap apabila ada perlawanan hukum,” papar kapolresta.

Dia menambahkan, salat Idul Fitri juga tidak diperbolehkan di ruang terbuka, seperti jalan dan lapangan. Salat Id hanya diperbolehkan di masjid lingkungan kawasan zona hijau dan kuning.

Dia juga mengingatkan warga tidak menyalakan petasan. Dia telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas masyarakat yang menyalakan petasan. Termasuk tidak memberi penangguhan penahanan kepada pelaku yang menyalakan petasan. Pelaku bakal dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur tentang bahan peledak.

Semua anggota yang berjaga di lapangan, lanjut Ade, juga akan melakukan bodi sistem dengan dipersenjatai senjata laras panjang. Sebab, serangan pelaku terorisme masih menjadi ancaman, ditambah Mapolresta Surakarta juga sempat menjadi serangan pelaku terorisme sehari sebelum perayaan Idul Fitri 2017 silam. 

“Kami antisipasi. Sesuai dengan peraturan kapolri, akan kami tindak tegas bagi siapa saja yang menggangu kamtibmas di Kota Solo. Bagi anggota  yang bertugas di lapangan juga akan mendapat backup dari anggota lain di lapangan. Sehingga bisa saling mengawasi satu sama lain," ujar Ade. (atn/bun/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news