alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Pelayanan E–Warga Smart Village Desa Kemuning Belum Maksimal

12 Mei 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Desa Kemuning, Ngargoyoso yang menjadi pilot project program Smart Village.

Desa Kemuning, Ngargoyoso yang menjadi pilot project program Smart Village. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Konsep Smart Village Nusantara di Desa Kemuning, Ngargoyoso menawarkan empat solusi. Yakni aspek tata sosial, aspek tata kelola, aspek tata niaga, dan aspek aspek pendukung.

Secara teknis, ada beberapa program bantuan pada inkubasi tersebut. Pertama e-Warga, yakni layanan sistem data warga pada lingkup desa yang terintegrasi dengan layanan lain pada Smart Village Nusantara.

Kedua UCM, layanan akun yang dapat saling menghubungkan dan mengintegrasikan pada layanan lain. Ketiga, dasbor desa yang menampilkan grafik dan data dari profil desa dan kelurahan yang menerapkan Smart Village Nusantara. Keempat, e-Monev. Namun, dalam kenyataannya, beberapa program tersebut belum bisa berjalan, salah satunya pelayanan e-Warga.

Baca juga: Luweng Kawasan Selatan Wonogiri Mampu Sediakan Air Bersih

Salah seorang warga Kemuning, Anton mengaku, pemanfaatan Smart Village Nusantara oleh warga baru sebatas untuk mencari informasi dan mengembangkan usaha kecil desa. Sedangkan untuk persoalan surat-menyurat, beberapa warga masih memilih datang ke kantor desa. Administrasi masih secara manual.

”Kalau untuk pengembangan yang lainnya memang sudah bagus. Informasi semua bisa masuk, apalagi terkait dengan pengembanga UMKM. Kemudian, pariwisata semua bisa berjalan. Tapi untuk yang pelayanan administrasi sebagian masih belum bisa maksimal,” terang Anton.

Pengelola Smart Village Nusantara Desa Kemuning, Dwi Saryanto mengaku, khusus untuk aplikasi yang berhubungan dengan pemerintahan seperti Simpel Desa memang kurang maksimal. Hal ini lantaran, adanya perbedaan antara format dari desa dengan pemerintahan kabupaten.

”Simpel desa sebenarnya sudah berjalan cukup baik, masyarakat ketika membutuhkan pelayanan surat di kantor desa cukup mengajukan dari rumah melalui aplikasi. Ketika surat sudah diproses, nantinya akan ada pemberitahuan kepada yang bersangkutan untuk mengambil suratnya. Jadi tidak perlu mengantre lagi. Tetapi kendala yang dihadapi, saat ini format surat yang ada di simpel desa berbeda dengan format surat yang berlaku di Pemkab Karanganyar. Jadi untuk saat ini sedang dilakukan penyesuaian oleh tim teknis,” ucap Dwi.

Dwi menambahkan, selain simpel desa, untuk program pemerintah ada pula fitur lapor pemdes dan japri BPD. Fitur tersebut cukup efektif dalam menyampaikan usulan maupun permasalahan warga kepada pemdes ataupun BPD. Sebaliknya jika pemdes atau BPD ingin menyampaikan sesuatu hal, juga bisa memanfaatkan fitur tersebut.

”Ada fitur info yang fungsinya menyampaikan informasi kepada warga. Ada pula fitur berita yang fungsinya memberikan informasi kepada siapapun pemakai simpel desa di seluruh Indonesia. Aplikasi tersebut saat ini sudah berjalan dengan baik, seperti e-monev desa,” tandasnya. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news