alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

4 Karyawan Tenant Mal di Solo Terpapar Covid: Ditutup Sehari Ini

12 Mei 2021, 05: 48: 54 WIB | editor : Perdana

Area foodcourt mal yang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung.

Area foodcourt mal yang menjadi salah satu tempat favorit pengunjung. (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Jelang Lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta intens menggelar tes swab antigen masal di sejumlah tempat publik. Salah satunya menyasar pusat perbelanjaan atau mal, yang menjadi sumber kerumunan orang beraktivitas
belanja kebutuhan Lebaran.

Kepala Dinkes Kota Surakarta Siti Wahyiningsih mengatakan, tes swab dilakukan kepada pegawai mal, karyawan tenant, dan outsourcing. Tes swab masal digelar di tiga pusat perbelanjaan. Yakni Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo Grand Mall (SGM), dan Solo Square.

"Sebelumnya kita lakukan swab acak. Hasilnya satu karyawan mal asal Sragen positif Covid-19," tutur kepala dinkes yang akrab disapa Ning itu.

Satu kasus positif itu ditemukan di SGM. Yakni merupakan karyawan di salah satu tenant di mal itu.

"Saat ini, satu orang yang terkonfirmasi menjalani karantina di Asrama Haji Donohudan. Yang positif bersangkutan masuk katagori tanpa gejala," Tuturnya.

Menyusul penemuan satu kasus itu, dinkes kemudian menindaklanjuti dengan menggelar swab test antigen di mal terkait, kemarin (11/5). Hasilnya, ditemukan tiga karyawan tenant positif Covid-19.

"Hasil swab ada tiga yang positif dan mereka semua langsung dibawa ke Donohudan karena OTG. Sebelumnya, satu orang positif yang kemarin juga dibawa ke Donohudan,"  kata Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani.

Lebih lanjut diungkapkan Ahyani, kasus positif itu dialami oleh mitra kerja SGM. Tepatnya di area foodcourt lantai 3. Menurut pria yang juga menjabat sekretaris daerah (sekda) Kota Surakarta ini, pemkot tidak akan menutup mal setempat. Melainkan menekankan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) pada seluruh pengelola pusat perbelanjaan.

“Kan mereka punya penghidupan. Kalau kami tutup mereka akan hidup di mana? Penting disiplinkan prokesnya,” papar Ahyani.

Dia juga meminta pengelola mal untuk menekankan agar pengunjung tidak berkerumun. Penutupan, kata dia, hanya berlaku pada kios atau tenant tempat bekerja karyawan yang positif.

Sementara itu, Public Relations Officer SGM Ni Wayan Natrina mengatakan, ada 25 karyawan yang menjalani swab acak pada Senin, (10/5). Yang kemudian ditemukan satu kasus positif.

"Kami dari mal sendiri sudah menjalankan protokol kesehatan, baik pengecekan suhu dan penyemprotan desinfektan," ujarnya.

Adapun swab test antigen yang digelar pada Selasa (11/5) menyasar 800 pegawai mal, tenant maupu outsourcing. Dengan hasil tiga orang terkonfirmasi positif. 

"Kita tetap beroperasi hari Selasa. Namun Rabu (12/5), akan tutup dan buka kembali pada Kamis (13/5)," ucap perempuan yang akrab disapa Ina itu.

Selama penutupan mal, akan dilakukan penyemprotan disikfektan. Namun sebenarnya, kata Ina, mal sudah rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area. Selain itu, penerapan prokes juga dilaksanakan secara ketat selama pandemi. Seperti cuci tangan pakai sabun, menggunakan hand sanitizer, dan wajib bermasker. (ryn/ria)

Baca juga: Alila Solo Hotel Siap Berikan pelayanan Drive-Thru Swab Antigen

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news