alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen pada Kuartal II

07 Juni 2021, 23: 38: 25 WIB | editor : Perdana

Menko Perekonomian sekaligus Ketua KPC PEN Airlangga Hartato konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/6).

Menko Perekonomian sekaligus Ketua KPC PEN Airlangga Hartato konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/6). (ANTARA)

Share this      

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal II (April-Juni) 2021 ini dapat mencapai tujuh hingga delapan persen secara tahunan (year on year/yoy).

Airlangga mengatakan, pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 terus berlanjut. Hal ini tercermin dari indeks pembelian barang industri manufaktur (purchasing manager index/PMI) Indonesia mencapai 55,3 pada Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah.

“Kita melihat proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 persen sampai dengan 7,5 persen. Pemerintah menyakini bahwa kuartal II ini kita mampu pada 7 sampai 8 persen,” ujar dia dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (7/6).

Baca juga: Sukoharjo Targetkan Kebangkitan Ekonomi lewat Sektor-Sektor Ini

PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima ini berada di atas PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 51,8. Indonesia juga mencatat kenaikan PMI manufaktur yang lebih tinggi dibanding negara-negara lain seperti Vietnam (53,1), Malaysia (51,3), Singapura (51,7), Filipina (49,9), dan Thailand (47,8).

Pertumbuhan industri manufaktur di antaranya terlihat dari penjualan produk otomotif. Airlangga menyebut terjadi kenaikan penjualan mobil hingga 228 persen (yoy) setelah pemberlakuan stimulus pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Selain itu, penjualan motor juga melejit 227 persen (yoy) dan indeks penjualan ritel naik 9,8 persen (yoy).

"Kemudian indeks keyakinan konsumen sudah di atas 100. Kita lihat juga pertumbuhan belanja nasional per akhir April kemarin juga sudah terjadi kenaikan sebesar 60,43 persen,” ujar Airlangga.

Pada kuartal I 2021 Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi negatif di minus 0,74 persen. Angka ini melanjutkan tren resesi perekonomian sejak kuartal II 2020. Pada APBN 2021 pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen - 5,5 persen.

Airlangga yang juga ketua Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) mengatakan, perkembangan kasus aktif Covid-19 hingga saat ini masih terkendali. “Secara umum perkembangan informasi harian dan kasus aktif masih terkendali,” kata Airlangga 

Berdasarkan data terkini, tingkat kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 6 Juni berada di angka 5,3 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata kasus aktif global sebesar 7,5 persen. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 91,9 persen, atau turut lebih baik dari rata-rata global yang sebesar 90,3 persen.

“Dan kematian memang masih tinggi dari global yaitu 2,8 persen (Indonesia) dan 2,1 persen (global),” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kata Airlangga, jumlah kasus Covid-19 mingguan per 1 juta penduduk Indonesia juga relatif lebih baik. Kasus mingguan Covid-19 di Indonesia adalah 147 orang per 1 juta penduduk.

"Malaysia 1.607 per satu juta penduduk, India 662 per satu juta penduduk, dan Prancis 731 per satu juta penduduk," katanya.

Pemerintah mencatat setidaknya terdapat lima provinsi yang berkontribusi sekitar 65 persen terhadap kasus aktif di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Pemerintah, kata Airlangga, juga mencatat rata-rata tingkat keterisian rumah sakit secara nasional menjadi 40 persen.

"Lima provinsi dengan bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di atas 40 persen yaitu Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi dan Riau,” ujarnya. (Antara)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news