alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Hendak Dijemput Petugas RS, Warga Positif Covid di Jatiroto Meninggal

08 Juni 2021, 18: 19: 34 WIB | editor : Perdana

Jenazah yang meninggal akibat Covid-19 di Jatiroto saat disalatkan oleh petugas ber-APD lengkap.

Jenazah yang meninggal akibat Covid-19 di Jatiroto saat disalatkan oleh petugas ber-APD lengkap. (ISTIMEWA)

Share this      

WONOGIRI - Satu warga Kecamatan Jatiroto yang terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal saat menjalani isolasi mandiri pada Selasa (8/6). Warga itu meninggal dunia menjelang dijemput petugas untuk menjalani perawatan di rumah sakit.

Camat Jatiroto Suparmo membenarkan adanya warga Jatiroto yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi terpapar Covid-19. Jenazah pun langsung ditangani oleh tim kesehatan dan relawan. Selasa sore, jenazah langsung dimakamkan oleh tim pemakaman dengan protokol kesehatan ketat.

"Awalnya yang bersangkutan ada riwayat perjalanan dari Jogja. Kemudian karena ada gejala mengarah Covid-19, lalu periksa. Dan ternyata hasilnya positif," kata Suparmo.

Baca juga: Sebanyak 2.782 Pegawai KAI Daop 6 Telah Divaksin

Warga berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun itu mengaku, kondisinya kuat meskipun memiliki komorbid diabetes. Akhirnya warga itu menjalani isolasi mandiri di rumah.

Camat menjelaskan, yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah terpisah dari keluarganya. Rumah yang digunakan untuk menjalani isolasi berada di samping rumah yang dihuni anggota keluarganya lainnya. Dengan begitu, yang bersangkutan masih bisa dipantau anggota keluarganya. 

Sudah beberapa menjalani isolasi mandiri. Namun, pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30, yang bersangkutan tiba-tiba merasakan gejala yang semakin parah. Akhirnya hal itu disampaikan kepada bidan dan pihak kelurahan/desa setempat , yang kemudian menghubungi RS Amal Sehat Slogohimo dan puskesmas setempat untuk menyiapkan kendaraan ambulans dan perlengkapan lain.

"Saat sedang dipersiapkan, tiba-tiba keluarga menelepon kalau yang bersangkutan sudah meninggal. Sekitar jam 09.00 itu," ujar Suparmo.

Setelah itu, dipersiapkan pemulasaraan sesuai dengan protokol Covid-19. Hal itu dilakukan oleh relawan dan juga pihak puskesmas setempat.

Atas kejadian ini, Suparmo mengimbau apabila ada warganya yang menjalani isolasi mandiri untuk segera melapor apabila merasakan gejala sakit yang semakin berat. Hal ini supaya penanganan yang diberikan bisa cepat dilakukan.

"Saat ini kebetulan kita lakukan edukasi juga kepada masyarakat yang baru saja bepergian atau dari perantauan. Kalau ada gejala mengarah Covid-19 untuk bisa segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat," tegas Suparmo. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news