alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UMS dan Reputasi Internasional

09 Juni 2021, 09: 35: 20 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Okti Sri Purwanti, Kepala Bidang Audit dan Monev UMS

Okti Sri Purwanti, Kepala Bidang Audit dan Monev UMS (ISTIMEWA)

Share this      

Oleh: Okti Sri Purwanti*)

UPAYA Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi perguruan tinggi bereputasi dunia terus dilakukan para pengelola dan civitas akademikanya. Visinya pada 2029, UMS bisa menjadi pusat pendidikan dan pengembangan Iptek yang Islami dan memberi arah perubahan.

Baca juga: Realtegic Group Dukung Pan Brothers Sediakan Program Rumah Karyawan

Indikasi internasionalisasi itu dapat dilihat dari pengakuan internasional. Pada 2020-2021, tercatat lebih dari 200 mahasiswa asing menimba ilmu di UMS. Kemudian, pengakuan lainnya lewat program studi (Prodi) Teknik Kimia serta Industri (IABEE-Provisional), dan Prodi Perawatan, Farmasi serta Arsitektur yang sudah diakui AUN-QA.

Sebuah Lembaga pendidikan yang nantinya bakal unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta menghasilkan lulusan berkualitas yang mengamalkan nilai-nilai Islam. Tak kalah penting adalah menjadi universitas yang sustainable (berkelanjutan) dengan tata kelola yang baik.

Guna mendukung upaya itu, maka penguatan reputasi UMS di tingkat nasional dan internasional menjadi prioritas programnya. Salah satunya, menggelar kegiatan sosialisasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan workshop pelaporan SPMI untuk perguruan tinggi (PT), berupa blended learning  yang diikuti lembaga penjaminan mutu PT se eks Karesidenan Surakarta, dan peserta daring dari PT wilayah LLDIKTI VI (Jateng) dan LLDIKTI V (DIJ).

Kegiatan yang berlangsung Senin (31/5) itu mengambil tempat di Gedung Induk Siti Walidah lantai 7, UMS.  Kegiatan itu, menggandeng Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jendereal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud-Ristek.

Hadir memberikan sambutan Prof Dr Ir Muhammad Zainuri selaku Kepala LLDikti Wilayah VI dan Prof Dr Didi Achjari Selaku Kepala LLDikti Wilayah V. Adapun sambutan lainnya dari Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif, sebagai tuan rumah.

Acara dibuka oleh Rahayu Retno Sunarni, M.Pd, koordinator penjaminan mutu. Untuk memberikan wacana tentang SPMI, dihadirkan dua pembicara utama, Drs. Widiyanto Satyo Nugroho, M.Math., Ph.D dan Prof. Dr. Laurentius Hartanto Nugroho, M.Agr.

Adapun tujuan SPMI adalah membangun budaya mutu PT (pola pikir, pola sikap dan pola perilaku), serta mengembangkan sistem penjaminan mutu secara terstruktur dan berkelanjutan.

Hubungan kebijakan SPMI harus ada kaitannya dengan statuta dan rentra

standar pendidikan tinggi yang terdiri atas  standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti) yang ditetapkan menteri atas usul suatu badan yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar nasional pendidikan tinggi, serta

 standar pendidikan tinggi ang ditetapkan setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi.

SN DIKTI memiliki 24 standar yang terdiri dari delapan standar pendidikan, delapan standar penelitian, delapan standar pengabdian kepada masyarakat. PT wajib membuat standar mutu yang melampui SN Dikti secara kuantitatif dan kualitatif.

Pemerintah menyelenggarakan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi (SPM Dikti) untuk mendapatkan pendidikan bermutu.

Sistem penjaminan mutu mengacu pada standar pendidikan tinggi dibagi dua, yaitu SPMI yang dikembangkan oleh PT dan sistem penjaminan mutu eksternal (SPME) merupakan standar penilaian dari luar PT, misalnya akreditasi.

Pemantauan dan evaluasi status akreditasi dan peringkat terakreditasi. Sejauh ini, UMS telah melakukan tiga Langkah, yakni peningkatan digital siklus SPMI PPEPP, penguatan gugus penjaminan mutu UPPS (Unit Pengelola Program Studi) dan Program Studi, dan memantau serta mengisi implementasi SPMI di website Belmawa.

Selain itu, UMS terus berupaya mengakselerasi kinerja bidang penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan publikasi ilmiah yang berbasis pada kebutuhan pemangku kepentingan, sehingga menjadi pelopor dalam pendidikan Islami yang berkemajuan serta pemantapan pengelolaan aset.

Semua itu, dicapai dengan mengoptimalisasi IT untuk pengelolaan lembaga, penguatan struktur pendanaan, transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan.

Dengan misi mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai bagian dari ibadah kepada Allah (integrated) yang memberi impact terwujudnya masyarakat utama. Kemudian, mengembangkan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman dan memberi arah perubahan dalam rangka mewujudkan masyarakat utama.

Alhamdulilah, UMS nasuk ke dalam kluster mandiri dalam pengelompokan perguruan tinggi bidang penelitian. Berdasar surat dari Dewan Riset dan Pengabdian Masyarakat, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No.2331/DPRM/TU/2016 tertanggal 18 Agustus 2016. Hanya 25 PT yang masuk kategori mandiri, antara lain ITB, UI dan UGM. Termasuk UMS. (*)

*) Kepala Bidang Audit dan Monev UMS

(rs/bram/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news