alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Ekonomi & Bisnis
icon featured
Ekonomi & Bisnis

UMKM Tidak Hanya Butuh Pendampingan, Tapi Perlu Sharing Facilities

09 Juni 2021, 11: 17: 09 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

DISKUSI: Pengurus baru MES Solo menggelar diskusi perlunya sharing facilities untuk UMKM.

DISKUSI: Pengurus baru MES Solo menggelar diskusi perlunya sharing facilities untuk UMKM. (ISTIMEWA)

Share this      

SOLO - Ada empat hal yang menjadi fokus penguatan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Solo. Yakni usaha mikro kecil menengah (UMKM), ekonomi digital, keuangan syariah, dan industri halal. Di Kota Bengawan, soal UMKM yang paling menjadi sorotan. Di era serba digital ini, selain pendampingan, UMKM juga perlu sharing facilities.

"Selama ini, UMKM diperkuat dengan pendampingan. Berupa penguatan produk. Mulai dari packaging, pemasaran, dan lain sebagainya. Karena sekarang eranya digital, mereka harus difasilitasi. Agar bisa masuk ke digital marketing. Tapi kalau mereka diminta beli alat yang bagus dan mahal, pasti keberatan. Maka ini pentingnya sharing facilities," ungkap Ketua MES Solo terpilih, Ibrahim Fatwa Wijaya kepada Jawa Pos Radar Solo, usai diskusi yang diselenggarakan pengurus baru MES Solo, kemarin.

Ibrahim menyebut pihaknya siap menginisiasi konsep sharing facilities ini. Agar para UMKM bisa memanfaatkan fasilitas yang mereka butuhkan. Nantinya, akan dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Ambil contoh, pengusaha sebagai penyedia dana corporate social responsibility (CSR) dan akademisi sebagai penyelenggara pendampingan.

Baca juga: Diduga Mabuk, Dua Pemuda Tabrak Pagar Pagelaran Keraton Surakarta

"Jadi itu saya kira penting. Sharing facilities dan sharing knowledge. Intinya ekonomi Islam kan sharing. Tujuan utama MES pusat menjadikan Indonesia pusat keuangan dunia karena memang pada abad kelima sampai 18 ketika Islam menguasai ekonomi dunia, kuncinya ada pada sharing," jelasnya.

Ibrahim mengatakan MES punya tugas penting menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia. Upaya yang dilakukan dengan literasi dan edukasi. Ini penting lantaran masih banyak masyarakat yang belum paham isu-isu tentang ekonomi syariah. Terlebih ekonomi syariah cepat berkembang. Sehingga masyarakat perlu edukasi soal itu.

"Misalnya, wakaf itu masyarakat hanya tahu untuk masjid, makam, atau sekolah. Sekarang ada wakaf tunai. Wakaf tunai bisa dibelikan sukuk atau surat utang negara syariah. Zakat, masyarakat hanya tahu zakat fitrah. Padahal dari zakat produktif bisa untuk membiayai fakir miskin dan dipakai untuk bisnis. Juga ada investasi di pasar modal syariah dan bank syariah," terangnya.

Menurutnya, edukasi ini perlu untuk menjawab berbagai isu ekonomi syariah yang membingungkan di masyarakat. Sekaligus meng-update perkembangan isu tersebut. Ibrahim menyebut MES Solo sudah mengeluarkan dua produk terkait literasi dan edukasi masyarakat. Yakni e-book dan akun youtube yang membahas berbagai topik keuangan syariah.

"Sebenarnya potensi bank syariah itu luar biasa. Tapi di Solo dan sekitarnya masih kalah kalau dibandingkan dengan bank konvensional. Dalam bank konvensional itu belum sebagus syariah penataan dalam agamanya. Tapi kami menyadari dalam syariah sendiri penataannya juga belum benar. Misalnya, sistem akadnya diakal-akal supaya syariah. Kemudian bagi hasilnya masih lebih tinggi dari konvensional. Itu masih jadi PR buat syariah. Manfaat syariah itu kan tidak membebani. Kami akan perbaiki sistem itu agar sesuai," pungkas Bendahara Umum MES Solo, Budiono. (aya/dam)

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news