alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Akali Sistem Zonasi, Orang Tua Titip Anak ke KK Kerabat

09 Juni 2021, 12: 01: 11 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

DAFTAR ULANG: Tahapan PPDB sebelum pandemi.

DAFTAR ULANG: Tahapan PPDB sebelum pandemi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, banyak orang tua sudah mempersiapkannya dengan matang. Salah satunya dengan menitipkan putra-putrinya pada kerabat yang berdomisili tak jauh dari sekolah yang akan dituju. Memasukkan calon siswa kedalam kartu keluarga (KK) kerabat yang domisili tak jauh dari sekolah favorit.

Berdasarkan infomasi yang dihimpun, beberapa warga yang akan mencarikan sekolah untuk anaknya sudah mempersiapkan sejak setahun lalu. Mengingat PPDB dengan sistem zonasi yang mendapat kuota besar syarat utamanya adalah jarak untuk bisa masuk ke sekolah yang dituju dekat. Sehingga banyak yang menitipkan anaknya kepada kerabat yang jarak domisilinya dengan sekolah cukup dekat. Kasus ini banyak dilakukan orang tua calon siswa SMP.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen Wahana Wijayanto mengaku kurang memperhatikan tujuan pindah KK warga. Pihaknya menekankan pada basis pelayanan kependudukan. Namun bisa jadi salah satu upaya untuk mempersiapkan zonasi PPDB.

Baca juga: Warga Keluhkan Pekerjaan Proyek Hingga Malam

"Kami tidak memperhatikan peruntukannya sedetail itu, tapi bisa saja zonasi sekolah menjadi alasan mengajukan pindah ke tempat sekolah yang mau dituju," ujarnya.

Dia menambahkan, sejauh ini penerbitan dokumen kependudukan berdasarkan permohonan warga. Masyarakat berhak menyampaikan permohonan dimana saja maupun kemana saja. Dispendukcapil harus siap dengan permintaan warga.

Proses administrasi kependudukan (adminduk) juga bisa dilakukan di kantor kecamatan. Dalam sehari rata-rata permohon untuk adminduk yakni sekitar 700 permohonan. Baik dari 20 kecamatan maupun dari kantor dispendukcapil.

"Kemungkinan untuk memindahkan anaknya ke KK yang lain itu bisa terjadi dan boleh. Cuma dispendukcapil tidak bisa secara detail mengetahui alasannya. Kami layani sesuai permohonan," terangnya.

Dia menambahkan, jika sesuai PPDB biasanya minimal mengurus adminduk dilakukan setahun sebelum mencari sekolah tujuan. Mengikuti ketentuan PPDB zonasi yakni setahun domisili di lokasi.

"Karena permohonan reguler dengan kepentingan yang lain juga cukup banyak, kebetulan PPDB mensyarakatkan KK untuk zonasi," terangnya.

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen Prihantomo menyampaikan, pelaksanaan pendaftaran digelar pada 16-19 Juni mendatang. Kuota PPDB saat ini relatif sama seperti tahun sebelumnya. Untuk zonasi kuota minimal per sekolah 60 persen. Prestasi maksimal 20 persen, afirmasi minimal 15 persen, dan perpindahan orang tua maksimal 15 persen.

"Kuota untuk zonasi cukup besar. Jika ada siswa yang kesulitan mendapat sekolah dengan sistem zonasi, lantaran jarak tempat tinggal cukup jauh bisa bersaing lewat jalur prestasi," tandasnya. (din/adi/dam)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news