alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Menko Airlangga Kunjungi SVS: Masyarakat Jangan Kasih Kendor

09 Juni 2021, 18: 59: 06 WIB | editor : Perdana

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sentra Vaksinasi Serviam, Jakarta, Rabu (9/6).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sentra Vaksinasi Serviam, Jakarta, Rabu (9/6).

Share this      

PERCEPATAN vaksinasi terus dilakukan pemerintah dengan sejumlah strategi. Salah satunya dengan memperbanyak sentra vaksin agar penyuntikan dapat mencapai jumlah 700 ribu sampai 1 juta sasaran per hari. Ini sebagai upaya mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kasus positif dan kematian, mencapai kekebalan kelompok dan melindungi masyarakat agar tetap produktif.

Sejalan dengan tujuan tersebut, para alumni Sekolah Santa Theresia, Sekolah Santa Ursula, dan Sekolah Santa Maria punya gagasan untuk membentuk Sentra Vaksinasi Serviam (SVS). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengunjungi SVS yang bertempat di gedung Sekolah Santa Ursula di Lapangan Banteng Utara, Jakarta, Rabu (9/6). 

Dalam kunjungan tersebut, Airlangga meninjau proses pelaksanaan vaksinasi dan berbincang dengan masyarakat peserta vaksinasi. Airlangga juga sempat menyampaikan mengenai kondisi terkini terkait penanganan Covid-19. 

Baca juga: Vakum 13 Tahun, HIPMI Karanganyar Reborn

“Penangangan Covid-19 sudah semakin baik, sehingga kasus kesembuhan meningkat. Namun, memang ada kenaikan di second tier cities karena dampak dari mudik yang sebetulnya sudah diantisipasi oleh pemerintah dengan melakukan penyekatan dan isolasi,” tutur Airlangga.

“Covid ini perlu diwaspadai, jadi masyarakat jangan kasih kendor. Karena di beberapa daerah, khususnya di Jawa Barat tingkat kedisiplinan penggunaan masker sudah mulai turun di bawah 60 persen. Jadi ini yang terus kita dorong. Bahwa walaupun sudah divaksin, tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” imbuh dia.

Mengenai perkembangan perekonomian Indonesia saat ini, Airlangga menyampaikan bahwa perekonomian mulai pulih. Indikator yang dapat dilihat di antaranya melalui dana yang bersirkulasi naik dibandingkan tahun lalu. Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) mencapai angka 55,3. Indeks Keyakinan Konsumen juga meningkat.

Bagaimana dengan ketersediaan vaksin? Airlangga menyatakan, pengadaan vaksin saat ini sudah mencapai sekitar 90 juta. “Memang sebagian dari persediaan itu adalah bahan baku, sehingga kalau di proses di Bio Farma membutuhkan waktu. Namun, pemerintah memastikan vaksin akan terus berdatangan. Karena itu, pemerintah daerah tidak perlu khawatir kekurangan stok, dan jangan sampai menyimpan stok,” tegas Airlangga.

Sementara itu, SVS resmi dibuka pada 30 Maret hingga 30 Juni 2021. Didirikan oleh keluarga besar alumni tiga sekolah yang masing-masing diketuai oleh Angela Basiroen, alumni Sekolah Santa Ursula; Timotheus Lesmana, alumni Sekolah Santa Theresia; dan Gina Sutono, alumni Sekolah Santa Maria.

Timotheus Lesmana menyatakan terima kasihnya karena SVS yang digelar mendapat perhatian dari pemerintah. Termasuk mendapat kunjungan dari menko perekonomian. 

“Bagi kami ini penyemangat karena kami diperhatikan pemerintah. Harapan kami, kehadiran bapak (menko perekonomian,Red) membuat kami semakin dikenal dan semakin banyak yang mendaftar untuk vaksin, sehingga percepatan vaksinasi segera terealisasi,” ujar pria yang akrab disapa Timo itu.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SVS di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan DKI, khususnya Puskesmas Sawah Besar. Secara khusus, kategori target penerima vaksin Covid-19 di SVS di antaranya lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun, pendidik, tokoh agama, dan kaum difabel. Masyarakat yang memenuhi kategori tersebut dapat mendaftarkan diri di SVS, dengan syarat penduduk DKI yang memiliki e-KTP DKI. Atau penduduk dengan e-KTP non DKI yang disertai Surat Keterangan Domisili DKI dari RT dan RW bercap basah.

Sampai 2 Juni 2021, SVS sudah melakukan vaksinasi kepada kurang lebih 17 ribu akseptor. Melibatkan relawan yang terdiri tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 150 orang dan non-nakes sebanyak 450 orang, termasuk guru dan suster. Target jumlah penerima vaksin di SVS sebanyak 30 ribu akseptor. (ag/fsr/hls/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news