alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Nasional
icon featured
Nasional

Ganjar Minta Daerah Siapkan Karantina Terpusat: di Rumah Tak Efektif

09 Juni 2021, 19: 14: 23 WIB | editor : Perdana

Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau pelaksanaan karantina di Asrama Haji Donohudan, Rabu (9/6).

Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau pelaksanaan karantina di Asrama Haji Donohudan, Rabu (9/6). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Meledaknya kasus Covid-19 di Kudus menjadi pelajaran bagi daerah lain. Antisipasi agar kasus serupa tidak terjadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo minta setiap kabupaten dan kota menyediakan lokasi karantina terpusat. Sebab, karantina mandiri di rumah dinilai tidak efektif dan sulit dikontrol.  

“Saya harap setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah punya isolasi terpusat. Sekarang sudah ada beberapa tempat isolasi mandiri terpusat seperti di Solo Technopark, rumah dinas wali Kota Semarang, Asrama Haji Donohudan,” ujarnya saat berkunjung ke lokasi karantina Asrama Haji Donohudan Boyolali Rabu (9/6).

Ganjar menjelaskan, pasien orang tanpa gejala (OTG) asal Kudus masih akan dipindahkan ke Donohudan. Karena masih banyak pasien OTG yang menjalani karantina mandiri di rumah. Isolasi terpusat dinilai lebih efektif karena bisa memantau pasien. Mulai dari makan, obat, kesehatan sampai hiburan. 

Baca juga: Wali Kota dan Danrem Silaturahmi Dengan Dewan Syariah Kota Surakarta

“Ada yang tidak mau, ada yang marah dan sebagainya. Tapi dengan melihat itu tadi mereka kan juga enak. Keluar Kudus sambil piknik dan ketemu saudara-saudaranya. Mudah-mudahan itu menginspirasi yang lain agar mau isolasi terpusat. Karena lokasinya juga steril dan orang tidak keluar masuk serta mereka istirahat penuh. Kalau ada gejala, langsung dibawa ke rumah sakit," terangnya. 

Sedangkan ketika isolasi mandiri di rumah tentu akan menyulitkan bagi TNI/Polri dalam penjagaan. Karena lokasi karantina akan menyebar dan luas. Asrama Haji Donohudan akan difokuskan untuk pasien dengan kasus besar. Meski pihaknya juga menyediakan lokasi isolasi terpusat di beberapa titik. Bahkan ada juga ada hotel yang menyediakan tempat isolasi. 

“Sekarang kami juga gerakkan dan didorong untuk mau divaksin. Kami sudah minta kepada Kementerian Kesehatan untuk menambah vaksin. Ada delapan kabupaten/kota di zona merah akan dibantu sekitar 20-25 ribu vaksin,” jelasnya. 

Ganjar mengatakan, vaksinasi akan digenjot dan diprioritaskan bagi lansia. Vaksinasi ini dinilai tepat untuk membantu menurunkan angka paparan. Percepatan vaksinasi ini akan dikebut sampai Desember. “Saya harap masyarakat proaktif dan ikut membantu menyukseskan program pemerintah. Terutama bagi lansia,” terangnya.  

Hari ini, Ganjar memantau langsung kondisi isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan sekitar pukul 15.20. Ganjar langsung menuju ring 2 yang berbatasan langsung dengan ruang isolasi mandiri pasien OTG asal Kudus di gedung Mekah. Kemudian berlanjut ke gedung Madinah untuk pasien OTG asal eks Karesidenan Surakarta. 

Ganjar mengajak para pasien berinteraksi, meski berjarak sekitar 50 meter dan menggunakan microphone. Beberapa hal yang ditanyakan Ganjar, seperti kondisi selama karantina, lauk pauk dan apa yang diinginkan pasien untuk menjaga kondisi dan imunutas. Selain itu, Ganjar juga memberikan semangat bagi pasien. Ditegaskan Ganjar, karantina terpusat ini akan dilakukan di Jawa Tengah.

“Pripun kabare bapak ibu? Sehat semua kan? Ada yang nggreges-nggreges (Demam,red) atau batuk pilek tidak?" sapa Ganjar. 

Para pasien sontak saling menjawab. Ada yang mengaku tak ada gejala, ada juga yang hilang indra penciuman. Ganjar juga memastikan semua pasien OTG tidak kelaparan dan terpenuhi logistiknya. Meski mengaku mencukupi, para pasien ini juga meminta untuk ganti menu.

“Saya berterima kasih pada masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan yang memperkenankan pasien OTG asal eks Karesidenan Surakarta dan Kudus ke sini. Saya juga berkomunikasi dengan pasien di sini. Kalau penampilannya mereka seneng. Kalau seneng imunnya bisa bagus,” terangnya. (rgl/bun/ria)

Data Jumlah Sementara Pasien Covid di Asrama Haji Donohudan

Pasien asal Kudus: 293 orang

Pasien asal eks Karesidenan Surakarta: 190 orang

Kamar tidur  yang tersisa: 400 bed

Pasien asal Kudus dirujuk ke rumah sakit: 12 orang

*) Update data sampai Rabu pukul 17.00 

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news