alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Polisi Buru Penyebar Rekaman Video Mesum Sejoli di Bukit Kemuning

09 Juni 2021, 19: 48: 42 WIB | editor : Perdana

Video aksi asusila pasangan sejoli di puncak Bukit Kemuning yang tersebar.

Video aksi asusila pasangan sejoli di puncak Bukit Kemuning yang tersebar. (ISTIMEWA)

Share this      

KARANGANYAR – Viralnya video sepasang remaja tengah melakukan tindak asusila di puncak Bukit Kemuning, Ngargoyoso yang terekam CCTV, beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Jajaran Polres Karanganyar masih mamburu pihak yang menyebarkan rekaman video asusila pasangan sejoli asal Kabupaten Sragen tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Much Syafi Maulla melalui Kasubag Humas Polres Karanganyar Iptu Agung Purwoko mengungkapkan, satreskrim telah memeriksa delapan saksi. Tiga di antaranya teknisi pengendali CCTV Command Center Desa Kemuning. Mereka yang mengoperasikan CCTV sekaligus merekam adegan ciuman pasangan remaja.

”Delapan saksi sudah kami periksa, kemudian salinan video juga sudah diamankan. Saat ini ditangani oleh krimsus satreskrim. Fokusnya kenapa video tersebut bisa menyebar dan viral di media sosial,” ungkap Agung.

Baca juga: Ganjar Minta Daerah Siapkan Karantina Terpusat: di Rumah Tak Efektif

Mantan Kanitreskrim Polsek Colomadu tersebut menambahkan, satreskrim sudah mengantongi identitas pelaku utama pengunggah video mesum di puncak Bukit Kemuning. Sayangnya, pelaku berada di luar Pulau Jawa lantaran merantau.

”Meskipun postingan tersebut sudah dihapus, akan tetapi kami sudah mengantongi nama pelaku pertama yang mengunggah video tersebut. Saat ini, masih ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, apakah kejadian tersebut nanti masuk dalam tindak pidana atau tidak,” ungkapnya.

Lebih jauh Agung menjelaskan, kelengkapan berkas yang harus dilakukan oleh kepolisian yakni salah satunya menunggu apakah ada orang yang merasa dirugikan dengan kejadian tersebut atau tidak. Jika nantinya tidak ada yang keberatan, proses selanjutnya akan dikoordinasikan dengan jajaran satreskrim.

”Sampai saat ini belum ada delik aduan yang masuk ke kami. Apakah ada yang dirugikan dengan video tersebut atau tidak. Karena sesuai dengan UU ITE, itu memang harus ada yang dirugikan atau melapor,” tegasnya.

Sebelumnya, viralnya video asusila di salah satu objek wisata Bumi Intanpari tersebut sempat memantik kemarahan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Bupati berharap pemerintah kecamatan hingga desa bisa memberikan imbauan atau papan larangan di lokasi tersebut. Sehingga wisatawan tidak leluasa berbuat senonoh di lokasi objek wisata.

Tidak hanya di puncak bukit Kemuning, bupati berharap beberapa lokasi wisata lainnya juga dipasang sejumlah papan larangan.

”Tidak sepantasnya di lokasi seperti itu. Saya sudah tugaskan personel dari satpol PP bersama jajaran babinsa dan bhabinkamtibmas untuk bisa melakukan patroli rutin. Jangan anggap aman, karena di lokasi tersebut (Kemuning,Red) sudah terpasang CCTV yang siap untuk mengawasi kegiatan masyarakat,” tegasnya. (rud/adi/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news