alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Antarkan 2 Lansia Ikuti Vaksinasi, Pemkab Sragen Siapkan Reward

09 Juni 2021, 21: 00: 32 WIB | editor : Perdana

Kelompok lansia jadi prioritas vaksinasi Covid-19.

Kelompok lansia jadi prioritas vaksinasi Covid-19. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok untuk menekan laju Covid-19. Bahkan, pemkab menjanjikan reward bagi masyarakat yang bisa mengantarkan dua orang lanjut usia (lansia) untuk divaksin.

Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan, untuk mempercepat herd immunity, semua vaksin yang ada segera dimaksimalkan. Sebanyak 25 ribu lebih vaksin dosis pertama segera disuntikkan. Setelah itu, pihaknya akan kembali mengajukan vaksin untuk dosis kedua.

Pelaksanaan difokuskan di kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) Kabupaten Sragen yang juga menjadi Sentra Vaksinasi Sukowati (SVS). Pelayanan dilaksanakan pukul 08.00-12.00.

Baca juga: 5.000 Hektare Lahan di Sukoharjo Terancam Terdampak Kekeringan

”Mulai besok Senin (14/6) sampai Kamis (17/6) ada vaksin gratis di UPTPK. Kami kejar terus, usia pralansia yakni usia antara 50-60 tahun, yang lansia 60 tahun silakan. Sedangkan kurang dari 50 tahun yang bawa lansia dua orang, kami suntik juga,” terang Tatag.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargianto menjelaskan, capaian vaksinasi dari awal sampai sekarang mencapai 31 persen. Meliputi pelayan publik, pejabat publik, dan lansia. Jumlah yang sudah menerima vaksin sekitar 70 ribu orang. Sedangkan jika dibandingkan seluruh warga kabupaten Sragen hanya sekitar 5 persen.

”Kalau semua penduduk 70 ribu dari yang sudah disuntik. Kalau penduduk (Sragen) ada 1 juta, baru sekitar 5 persen, masih sangat jauh. Kalau yang diteliti sesuai target sasaran sudah mencapai 30 persen,” terangnya.

Dia menekankan program yang dilaksanakan untuk percepatan vaksinasi yakni mendorong warga mengantar orang tuanya atau kakek neneknya untuk suntik vaksin. Bagi mereka yang mengatar dua lansia untuk vaksin, akan disiapkan reward atau penghargaan.

”Penghargaanya ikut divaksin secara gratis. Dulu mungkin mau datang sendiri enggak bisa sehingga perlu program pengantar lansia,” terangnya.

Menurut Tatag, banyak usia pralansia yang kormobit atau memiliki masalah penyakit lain yang memicu kondisi lebih parah jika tertular Covid-19. Diharapkan setelah menerima vaksin segera mendapatkan kekebalan imunitas.

”Untuk itu, kami menekankan kembali pentingnya 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,Red) agar semua terhindar dari Covid,” tandasnya. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news