alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Pedagang Positif, Pasar Basin di Klaten Ditutup 3 Hari

09 Juni 2021, 22: 35: 27 WIB | editor : Perdana

Sejumlah pedagang Pasar Basin, Kecamatan Kebonarum masih berjualan, kemarin (9/6). Pasar ini ditutup selama tiga hari ke depan.

Sejumlah pedagang Pasar Basin, Kecamatan Kebonarum masih berjualan, kemarin (9/6). Pasar ini ditutup selama tiga hari ke depan. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pasar tradisional di Desa Basin, Kecamatan Kebonarum ditutup tiga hari ke depan, mulai Kamis-Sabtu (10-12/6). Hal ini menyusul salah seorang pedagang berinisial S, 67, yang positif Covid-19 usai tes rapid antigen.

Saat ini S menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Rini, Sleman. Dia merasakan gejala demam hingga muntah. Meski begitu hasil tes Covid-19 PCR pedagang daging di Pasar Basin tersebut hingga saat ini belum keluar.

”Tadi pagi kami mendapatkan informasi jika salah satu pedagang Pasar Basin ada yang positif. Untuk memastikannya kami tunggu hasil tes PCR. Sambil menunggu itu, dilakukan tracing dan penutupan selama tiga hari demi upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” jelas Camat Kebonarum Mudzakir, Rabu (9/6).

Baca juga: Tertibkan Antrean Sentra Vaksinasi, Ganjar: Prioritaskan Kelompok Ini

Mudzakir menjelaskan, awal mula S merasakan gejala usai piknik ke Jogja, Minggu (6/6) lalu. Kemudian pada Senin (7/6), S masih sempat berjualan. Sebelum akhirnya dirawat di RS Panti Rini.

Pengelola pasar langsung menggelar tracing kontak erat dengan S. Terutama para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar lapak milik S. Ada tujuh orang yang akan tes rapid antigen di puskesmas setempat, besok (10/6).

”Kita lakukan penutupan pasar ini sebagai langkag preventif dari satgas. Apalagi pihak desa hendak melakukan sterilisasi selama penutupan kali ini. Direncanakan melakukan penyemprotan cairan disinfektan,” imbuhnya.

Mudzakir menjelaskan, ada 100 pedagang yang selama ini aktif berjualan di Pasar Basin. Meski begitu, status pasar tradisional tersebut milik pribadi warga setempat yang lahannya disewakan untuk berjualan. Hari ini, pedagang masih berjualan. Namun, sejumlah tulisan yang menginformasikan penutupan Pasar Basin telah ditempel di sejumlah sudut pasar.

Salah seorang pedagang buah Aminah, 57, mengaku khawatir dagangannya akan busuk jika tidak dijual dalam waktu tiga hari ke depan.

”Ya nanti akhirnya tidak berjualan. Mau bagaimana lagi, tidak ada tempat lain untuk berjualan. Tapi pastinya ada dagangan buah saya yang busuk,” ucap Aminah.

Aminah memaklumi atas keputusan satgas kecamatan yang menutup pasar selama tiga hari. Mengingat ada pedagang yang positif. Meski begitu, selama ini dia tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketika melakukan transaksi jual beli di pasar tersebut.

”Selalu pakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak dengan pedagang lainnya maupun pembeli. Kebetulan tempat menyimpan buah saya kurang sirkulasi dan kurang mendapatkan sinar. Jadi kalau tiga hari tidak jualan, pasti ada buah yang busuk,” tandasnya. (ren/adi/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news