alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Warga Pagak Merasa "Dibohongi" Investor: Infonya Pabrik Nougat,tapi...

09 Juni 2021, 22: 58: 21 WIB | editor : Perdana

Pembangunan rumah pemotongan ayam di Desa Pagak, Sumberlawang.

Pembangunan rumah pemotongan ayam di Desa Pagak, Sumberlawang. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sejumlah warga Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang kecewa dengan misinformasi terkait pembangunan pabrik di kawasan tersebut. Sempat tersiar kabar dari kepala desa (kades) setempat jika akan dibangun sebagai pabrik nougat. Namun, kenyataanya justru menjadi rumah pemotongan ayam (RPA) dengan risiko limbah lebih tinggi.

Sejumlah warga mendesak dilakukan sosialisasi dengan pihak perusahaan. Intinya, mereka tidak menolak investor. Namun, warga sekitar menuntut kepastian dan kesepakatan karena warga sekitar bakal terkena imbas industri tersebut.

Diketahui, di perbatasan Desa Pagak dan Karungan mulai dibangun pabrik seluas 6,2 hektare. Proses pembangunan sudah berjalan sekitar dua bulan. Diperkirakan akhir tahun ini sudah selesai.

Baca juga: Ini Langkah Pemkot Usai Kalah Gugatan Perdata Sengketa Sriwedari

Ketua RT 01 Plosorejo, Desa Pagak Doso Nurhuda menyampaikan, belum ada sosialisasi kepada masyarakat perihal pemanfaatan lahan itu. Para ketua RT sudah mendapat sosialisasi dari perusahaan bahwa akan dibangun RPA. Namun, dari perangkat desa melarang untuk disampaikan ke masyarakat.

”Kadus justru tidak punya wilayah sini, tidak memberikan alasannya kenapa. Intinya diulur waktunya,” ujar Doso, Rabu (9/6).

Pihaknya menekankan agar dilakukan sosialisasi lagi. Intinya, warga menuntut agar setidaknya 60 persen kebutuhan tenaga kerja direkrut dari lingkungan setempat. Selain itu, parkiran karyawan juga dikelola oleh karang taruna. ”Semua kesepakatan harus ada perjanjian hitam di atas putih,” terangnya.

Ketua RT 02 Tukiman menyesalkan masyarakat tidak mendapatkan infromasi yang jelas. Karena awalnya informasi dari kades dibuat pabrik nougat. Namun saat para ketua RT dikumpulkan, investasi tersebut digunakan untuk RPA.

”Soal setuju atau tidak, pihak pabrik turun dulu dan sosialisasi pada warga langsung,” tegas dia.

Menurutnya, sempat dijanjikan sosialisasi sebelum Lebaran. Namun, hingga pertengahan Juni ini belum ada sosialisasi. Tukiman menegaskan, pihak pabrik harus sosialisasi langsung pada warga sebelum bangunan pabrik didirikan. Selama belum ada sosialisasi ke warga, pembangunan proyek hendaknya dihentikan. Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap pengurukan dan pemasangan tiang pancang.

Terpisah, Kades Pagak Solekan menyampaikan, sosialisasi akan dilanjutkan ke masyarakat. Pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan investor. Pelaksanaan dalam waktu dekat untuk masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan pabrik. ”Sosialisasi menunggu jadwal di desa,” ujarnya.

Disinggung terkait masalah informasi awal akan dibuat pabrik nougat atau sosis, pihaknya hanya meneruskan dari mediator pembebasan lahan.

”Seperti yang disampaikan pihak mediator, mau dibuat sosis dan nougat. Kami sampaikan apa adanya. Setelah sosialisasi ternyata rumah pemotongan ayam, kami sebatas itu tahunya,” ujar Solekan.

Sementara itu, tim konsultan pembangunan pabrik, Aris membenarkan kawasan tersebut bakal dibangun RPA. Dia menyampaikan, sudah ada konfirmasi dari tim kontraktor bahwa sudah mengajak kerja warga sekitar. Selain itu, tim pabrik juga sudah menemui pejabat desa. ”Istilahnya permisi dengan desa,” ujar dia. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news