alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

KAI Bakal Gelar Seminar Hukum Nasional Bahas Keberadaan Pinjol

10 Juni 2021, 09: 56: 17 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Wakil Presiden KAI, Heru S. Notonegoro (kiri) dan Ketua DPD KAI Jateng, Theo Wahyu Winarto (kanan) saat mengadakan konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Hotel Solia, Rabu (9/6).

Wakil Presiden KAI, Heru S. Notonegoro (kiri) dan Ketua DPD KAI Jateng, Theo Wahyu Winarto (kanan) saat mengadakan konferensi pers dengan sejumlah wartawan di Hotel Solia, Rabu (9/6). (RYAN AGUSTIONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Lemahnya perlindungan hukum terhadap konsumen yang terjerat pinjaman online (pinjol) bakal menjadi tema yang diangkat oleh Kongres Advokat Indonesia (KAI) dalam seminar hukum nasional bertema "Pinjaman Online Kebutuhan atau Kejahatan?". Seminar ini akan digelar Sabtu (12/6) mulai pukul 09.00 WIB di Solia Zigna Hotel di Jalan Dr. Rajiman, Laweyan, Solo.

Maraknya aplikasi pinjol tak menjamin memberi solusi bagi konsumen. Berbagai persoalan tak terselesaikan malah muncul dengan hadirnya aplikasi tersebut. Seperti aspek legalitas hingga sejumlah pelanggaran yang mengancam hak asasi manusia (HAM).

Tak ingin korban jatuh lebih banyak, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta telah mendesak pemerintah memperkuat regulasi yang memberi perlindungan hukum dan HAM bagi para korban pinjol. Permintaan ini berkaitan dengan jumlah korban makin meningkat dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Polsek Pasar Kliwon Sediakan Antar Jemput Lansia ke Tempat Vaksinasi

Sebut saja beberapa kasus yang banyak terangkat , seperti jumlah pinjol illegal dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya dan bunga yang mencekik, serta penagihan kasar dan intimidatif, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Sejumlah narasumber akan dihadirkan untuk membahas tuntas hal-hal terkait pinjaman online. Seperti, Department Head of Financial Service Sector Investigation OJK, Tongam Lumban Tobing, kemudian Investmen Alert Task Force Chairman OJK, Mudzakir yang juga dikenal sebagai pakar hukum pidana dari UII Yogyakarta, lalu Kepala Departemen Penyidikan OJK 2017-2018, Kamil Razak dan sejumlah narasumber lainnya.

Seminar ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dengan menggunakan swab GeNose bersetifikat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dan acara ini akan dihadiri sebanyak 200 peserta dengan kapasitas ruang 500 orang. Artinya prokes berjalan sesuai rencana.

"Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU DPD KAI Jateng dengan PP Polri Jateng, DPP KAI dengan KSP BUMN, serta pelantikan Ketua DPD KAI beberapa provinsi," ucap Wakil Presiden KAI Heru S. Notonegoro.

Heru melanjutkan, tema seminar yang merupakan rangkaian perayaan HUT KAI ke-13 ini sesuai dengan arahan Ketua Dewan Pembina KAI, Bambang Soesatyo, yang juga Ketua MPR RI.

Kemudian sebagai puncak acara, akan dilaksanakan Malam Gala Dinner 13 tahun KAI mulai pukul 19.00 yang memuat seremonial perayaan 13 tahun KAI Anniversary. Dalam acara tersebut juga diselenggarakan Charity with Yatim Piatu Foundation, acara selebrasi, dan halal bihalal keluarga besar KAI.

Sementara itu, Ketua DPD KAI Jateng, Theo Wahyu Winarto menjelaskan pemakaian tema seminar yang membahas tentang "pinjol" ini karena saat ini isunya sedang gempar. Dan menghantui masyarakat, karena selama ini payung hukumnya tidak ada.

“Dengan adanya seminar ini diharapkan dapat mendesak pihak terkait supaya pinjol tidak meluas dan merugikan banyak pihak. Menurut saya ini strategis," ucapnya.

Adanya seminar ini diharapkan dapat membangun korelasi dan networking agar pemerintah memberi masukan dalam pembangunan hukum. Kaitannya supaya hukum di Indonesia tidak tumpul untuk membawa keadilan pada negeri.

"Kami memberi masukan sebagai stakeholder di Indonesia. Dan punya tanggung jawab moral dan hukum supaya segera ada regulasi terkait dengan peristiwa yang sangat merusak keharmonisan kehidupan dalam bermasyarakat," pungkas Wahyu. (ryn/dam)

(rs/bram/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news