alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Waton Ngakak Band Hibur Pasien Covid di Asrama Haji Donohudan

10 Juni 2021, 10: 11: 51 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Waton Ngakak Band tampil di Asrama Haji Donohudan, Rabu (9/6)..

Waton Ngakak Band tampil di Asrama Haji Donohudan, Rabu (9/6).. (WATON NGAKAK BAND FOR RADAR SOLO)

Share this      

PENANGANAN pasien tanpa gejala di Asrama Haji Donohudan tidak hanya dilakukan secara medis, namun juga dengan pendekatan lain. Salah satunya lewat pentas live music. Nah, Waton Ngakak Band yang mendapat kesempatan menghibur mereka pun sempat deg-degan. Bagaimana ceritanya? 

Waswas, deg-degan, dan galau. Itulah yang dirasakan Purwo Wijayanto dan teman-teman Waton Ngakak ketika mendapat tugas pentas di Asrama Haji Donohudan, Selasa (9/7). Berbeda dengan pentas musik biasanya, mereka tampil di depan ratusan pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri (isoman).  

“Awalnya ya deg-degan, khawatir ketika dinas menugaskan pentas di depan pasien positif Covid-19. Lha wong orang lain pada menghindar kami malah nyamperin. Tapi karena tugas ya kami coba,” ujar Purwo saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Rabu (9/6). 

Baca juga: Lian Gouw

Band dengan personel lima orang, yakni Purwo, Kharis, Taqy, Adhi dan Iqbal ini sempat ragu. Bahkan para personel butuh waktu untuk menerima tawaran pentas atau mundur. Izin keluarga berperan besar memantapkan hati mereka. Setelah melalui berbagai pertimbangan, H-1 mereka sepakat tampil di depan ratusan pasien OTG Asrama Haji Donohudan. 

“Dari berangkat itu rasanya sudah deg-degan, khawatir. Begitu sampai kami diperiksa keperluannya apa, disemprot disinfektan dan diarahkan ke ruang kesehatan. Meski sudah koordinasi sebelumnya, kami tetap kula nuwun. Di sana dijelaskan protokol kesehatannya seperti apa,” katanya. 

Mengetahui prokes yang diterapkan cukup ketat, kepanikan Purwo dan teman-temannya berangsur turun. Mereka diarahkan untuk megenakan baju hazmat dan masker lapis. Mereka lantas diarahkan ke lokasi pentas. Sebelumnya, sterilisasi lokasi dan alat musik juga dilakukan. 

Persiapan sendiri memakan waktu hampir satu jam. Di seberang tempat pentas, terpisahkan pagar teralis, pasien OTG sedang senam dan berjemur. Sesekali pasien menyeletuk agar Waton Ngekek segera memainkan musik. Melihat antusias ratusan pasien Covid-19 inilah, Purwo merasa bersemangat. 

“Begitu musik diputar, semua antusias. Sorak-sorakan. Gantian menyanyi, karena microphone yang digunakan pasien itu khusus dan tidak dioper-oper. Kami juga pakai microphone sendiri. Melihat mereka begitu, rasa empati, senang dan bahagia itu muncul. Saya ikhlas dan senang menghibur mereka, dan ini cara saya membantu menyukseskan program pemerintah," ungkapnya. 

Halaman yang digunakan untuk pentas berjarak sekitar 7 meter dan terhalang pagar teralis. Meski terpisah jarak, pasien antusias dan berebut giliran menyanyi. Waktu tiga jam menghibur pasien di Asrama Haji Donohudan terasa kurang. Bahkan sesekali, para pasien bersorak minta tambah lagu. 

“Momen yang paling saya inget ketika joget bersama, bahkan ada yang terik, ayo mas joget wae uang nak kene ra payu. Mengajak nyanyi terus. Ketika pamitan kami juga dapat tepuk tangan dan sorak sorai. Kami benar-benar tersentuh, membuat kami senang pentas lagi di depan pasien. Yang penting ayo sukseskan program pemerintah untuk memutus rantai penularan pandemi," terangnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Sinoeng Nugroho Rachmad menilai pentas musik ini membantu pasien agar tetap gembira. Sehingga imunitas semakin baik dan cepat sembuh. Live music ini dibuat berjarak sekitar 5-7 meter dan terpisah pagar teralis setinggi sekitar 2 meter. 

“Dipastikan tidak ada kontak antara pasien dan personil Waton Ngakak. Teman-teman tetap pakai APD dan masker, serta berada di ruangan terbuka. Selain berjemur mereka juga bernyanyi biar gembira,” terangnya. 

Program ini berjalan sukses sejak tahun lalu. Kegiatan ini wujud kontribusi disporapar untuk membantu mempercepat pemulihan pasien OTG. Ditambah lagi, pasien di Asrama Haji Donohudan sangat antusias. Bahkan spirit ini juga menular pada musisi lokal. 

“Saya tidak menyangka, banyak musisi lokal yang menawarkan diri kepingin ikut tampil. Sementara ini masih setiap Selasa, tapi nanti akan kami akomodasi lagi. Karena mereka merasa berbuat sesuatu dan tambah semangat,” ujarnya. (*/bun)

(rs/rgl/fer/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news