alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Berawal Datangi Hajatan di Kudus, 1 Dusun di Baturetno Di-Lockdown

10 Juni 2021, 19: 48: 54 WIB | editor : Perdana

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Penyebaran Covid-19 di Wonogiri mengalami lonjakan. Salah satunya penyebaran virus di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, ada dua daerah di Kota Sukses yang menjadi atensi pihaknya. Yakni Kecamatan Baturetno dan Karangtengah. Sebab, di dua kecamatan itu ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Di mana setelah dilakukan pelacakan diketahui ada warga yang terpapar usai kunjungan hajatan ke Kudus, yang notabene adalah zona merah. 

Namun diakui bupati, kasus di Baturetno yang kini menonjol. "Kemarin kita koordinasi dengan pak camat dan kepala desa untuk melakukan treatment khusus, yakni isolasi lokal di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Baturetno," kata bupati di ruang kerjanya, Kamis (10/6).

Baca juga: Laka Jalan Selogiri-Wonogiri Renggut Nyawa Perempuan Pengendara Sedan

Isolasi lokal perlu dilakukan demi mencegah adanya aktivitas masyarakat setempat yang tidak terkontrol dan bisa berpotensi menimbulkan penularan, bahkan klaster baru.

"Alurnya, ada yang jagong dari Kudus. Setelah pulang ikut rewang (membantu mempersiapkan hajatan,Red). Terjadi penularan di situ," kata Jekek, sapaan akrab bupati.

Awalnya dari rombongan warga yang berangkat hajatan ke Kudus hanya dua di antaranya yang positif Covid-19. Namun setelah dilakukan tracing, hingga saat inin ada 18 warga setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di Paranggupito. Setidaknya tujuh warga di sana terpapar Covid-19. Atas kondisi itu, bupati menyatakan, akan mengevaluasi adanya pelonggaran kegiatan masyarakat. Khususnya izin hajatan, yang dalam pelaksanaannya sangat sulit dikontrol terkait penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Tapi saat ini hal tersebut masih kita kaji," ujar bupati yang juga menjabat ketua Satgas Penanganan Covid-19 Wonogiri itu.

Meski begitu, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Baturetno sudah berinisiatif untuk menunda agenda hajatan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat terlebih dahulu. Seluruh kepala desa sudah berkomitmen untuk menyukseskan hal itu demi kepentingan bersama.

Sementara itu, berdasarkan data dari website resmi Pemkab Wonogiri, dalam dua hari terjadi penambahan 126 kasus baru. Rinciannya pada Selasa (8/6), tercatat 97 penambahan kasus baru. Sementara pada Rabu (9/6), ada penambahan 29 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kalau kita lihat, ini efek adanya mobilitas warga yang masif. Pergerakan masyarakat antardaerah cukup tinggi," papar dia.

Lebih lanjut diungkapkan Jekek, saat ini pihaknya masih menunggu ratusan sampel swab warga Wonogiri. Hasil uji swab itulah yang ikut menyumbang banyaknya penambahan kasus baru dalam beberapa hari terakhir.

"Saat ini kita masih menunggu 211 sampel swab. Di antaranya juga termasuk pengambilan sampel di Baturetno. Tracking-nya kita kejar, kontak erat dan lain-lain," tegas dia.

Pemkab pun mewanti-wanti seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini demi meminimalkan potensi penularan Covid-19. (al/ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news