alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

7 Pegawai BPKD Klaten Terpapar Covid: Padahal sudah Divaksin 2 Dosis

10 Juni 2021, 21: 26: 32 WIB | editor : Perdana

Lingkungan pemkab Klaten dipantau usai beberapa ASN terpapar Covid-19.

Lingkungan pemkab Klaten dipantau usai beberapa ASN terpapar Covid-19. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Klaster perkantoran kembali muncul di lingkungan Pemkab Klaten. Kali ini tujuh pegawai negeri sipil (PNS) Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten terkonfirmasi positif Covid-19.

Awalnya ada salah seorang pegawai berinisial I di ruangan kerja bidang akutansi yang merasakan meriang pada Jumat (4/6) lalu. Setelah dilakukan tes Covid-19, ternyata I terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian dilakukan tracing terdapat 55 pegawai yang kontak erat. Hasilnya enam pegawai dari bidang aset positif Covid-19, Senin (7/6) lalu.

”Untuk saat ini khususnya para pegawai di bidang aset yang jumlah totalnya mencapai 20 orang menerapkan work from home (WFH). Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski hasil tes Covid-19 mereka negatif,” jelas Kepala BPKD Klaten Muh Himawan Purnomo, Kamis (10/6).

Baca juga: Sidang Pleno Dewan SDA: 3 Rekomendasi Capai Ketahanan Air Nasional

Himawan menjelaskan, I dan seorang pegawai BPKD yang terkonfirmasi positif Covid-19 lainnya menjalani isolasi mandiri terpusat yang disediakan Pemkab Klaten. Sedangkan pegawai lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Jadi ada dua pegawai yang saat ini menjalani isolasi di Hotel Edotel. Khusus pegawai yang berinisial I memang dengan sadar akan protokol kesehatan (prokes), sehingga memilih isolasi mandiri di Hotel Edotel. Sedangkan pegawai lainnya di rumah masing-masing, kondisinya dalam keadaan baik seluruhnya,” jelasnya.

Seluruh pegawai BPKD tetap menerapkan 50 persen work from office (WFO) dan 50 persen work from home (WFH) setiap harinya. Hal ini sesuai arahan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten.

”Terkait sumber terpaparnya dari mana, saya tidak tahu. Tetapi memang pasien yang berinisial I dan pegawai yang terkonfirmasi lainnya ini memiliki mobilitas tinggi dalam melaksanakan tugasnya,” ucapnya.

Dia menambahkan, tujuh pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sebelumnya sudah divaksin dua kali. Suntikan vaksin dosis kedua dilakukan ketika Ramadan lalu. Tetapi kali ini tetap juga terpapar virus Covid-19 tersebut.

”Setelah adanya kasus Covid-19 itu, kini setiap harinya dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Cahyono Widodo menjelaskan, telah menindaklanjuti adanya tujuh pegawai BPKD yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui sumber awalnya yang mengakibatkan tujuh pegawai tersebut terpapar.

”Iya, kami tunggu saja untuk hasil tracking dan tracing selanjutnya. Memang benar ada tujuh pegawai yang terpapar. Tapi dari mana sumbernya belum diketahui,” ucapnya.

Menanggapi tujuh pegawai yang sudah divaksin tetapi tetap terpapar Covid-19, Cahyono menegaskan jika tujuan vaksin memang agar tidak terpapar. Meski begitu, tidak ada jaminan 100 persen untuk tidak terpapar sehingga tetap menerapkan prokes secara ketat. (ren/adi/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news