alexametrics
Minggu, 13 Jun 2021
radarsolo
Home > Sragen
icon featured
Sragen

Warga Sragen yang Tak Patuh saat Isolasi, Siap-Siap Dijemput TNI/Polri

11 Juni 2021, 05: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Kawasan Technopark Sragen menjadi tempat isolasi terpusat pasien Covid-19.

Kawasan Technopark Sragen menjadi tempat isolasi terpusat pasien Covid-19. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten Sragen berkoordinasi dengan Polres Sragen, Kodim 0725 Sragen, dan Batalyon 408 terkait penanganan pasien Covid-19. Pasien isolasi mandiri yang tak patuh, bakal ditangani tim sigap Covid-19 Kabupaten Sragen yang beranggotakan TNI/Polri.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menegaskan, sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sragen, Kodim/0725 Sragen, dan Batalyon 408 untuk berperan dalam penanganan Covid-19. Pihaknya menyatakan siap dan standby jika diminta melakukan penjemputan.

”Ini masyarakat Sragen sudah mulai tumbuh kesadarannya. Selain itu, para tokoh juga siap jika dimintai bantuan untuk memberi penjelasan pada warga,” jelas kapolres.

Baca juga: Polres Boyolali Cegat Pengendara dari Arah Solo: Di-Rapid Test Dulu

Kapolres menjelaskan, pihaknya sempat akan menjemput paksa warga Gemolong. Namun dari pemerintah desa mampu membujuk. Cara ini dinilai efektif untuk menangani pasien bandel. Intinya, keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi.

”Ini langkah terobosan agar Covid-19 bisa diminimalisir dampaknya,” terang kapolres.

Dia menambahkan, saat ini banyak warga yang tanpa gejala dan merasa sehat. Tapi cenderung tidak patuh protokol kesehatan. Kondisi ini yang perlu dijaring dalam kegiatan tes antigen yang digelar secara masal dan acak di tempat yang berpotensi kerumunan. Seperti lokasi hajatan dan pusat kuliner serta zona merah. Hari ini (11/6), rencananya digelar tes swab di dua RT wilayah Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong.

Sementara itu, di Technopark sudah disiapkan akomodasi dan dan fasilitas yang memadai. Selain itu jika ada penurunan kondisi kesehatan bisa cepat ditangani. Dengan isolasi terpusat diharapkan virus tidak menyebar.

”Isolasi mandiri terpusat bisa menekan penyebaran. TNI/Polri titik beratnya di pendisiplinan masyarakat,” tegas kapolres.

Kapolres menegaskan, kegiatan masyarakat selama di zona aman Covid-19 dan mematuhi prokes dengan ketat, akan diizinkan. Namun jika ada pelanggaran dan berpotensi penyebaran, akan dibubarkan. (din/adi/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news