23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Opsi 2 Desember Gagal, Pemain Persis Ngaku Tak Kaget Lagi: Kami Tetap Enjoy Berlatih

RADARSOLO.ID — Kelanjutan Liga 1 musim ini dipastikan gagal bergulir pada 2 Desember. Pasalnya pihak kepolisian belum mengeluarkan perizinan. Padahal, tanggal tersebut merupakan opsi paling realistis yang dirancang PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.

Lagi-lagi, para peserta harus menunggu. Namun, pemain Persis Solo Samsul Arif mengaku, melesetnya jadwal lanjutan kompetisi strata tertinggi di Indonesia tersebut tak terlalu mengagetkan. Mengingat dua opsi yang dipasang PT LIB sebelumnya juga sebatas wacana. Mulai dari 18 November dan 25 November.

“Saya tidak suprise ya tentang hal ini. Kami biasa menghadapi hal ini di Indonesia,” bebernya ketika ditemui usai latihan di Stadion Sriwedari.

Mundurnya kick off karena dua calon venue terpusat belum diverifikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yakni Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Moch. Soebroto Magelang.

Namun, kemarin (1/12), tim dari Mabes Polri dan Kementerian PUPR telah menyambangi dua venue tersebut sekaligus tiga stadion lainnya. Di antaranya, Stadion Manahan Solo, Stadion Maguwoharjo Sleman, hingga Stadion Jatidiri Semarang.

Secercah harapan muncul dengan adanya sidak tersebut. Bisa jadi Liga 1 tetap bergulir pada awal bulan ini. Karena itu, Samsul Arif dkk tetap mempersiapkan diri. Toh selama kompetisi mandeg, Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo- terus panaskan mesinnya. Mulai dari latihan rutin dan uji coba.

“Yang jelas di Persis Solo, kami tetap komit latihan. Kami bekerja profesional sebagai atlet. Kami dibayar. Manajemen menggaji kami seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda di sini,” ucap striker andalan Persis Solo tersebut.

Pemain kelahiran 1985 yang sudah malang melintang di sepak bola Nusantara tersebut rindu dengan kompetisi. Karenanya, Samsul berharap Liga 1 segera menemui titik terang.

“Sebagai atlet pasti kami rindu kompetisi. Karena parameter prestasi kami di kompetisi. Kami sangat menantikan kompetisi,” imbuhnya.

Di tengah abu-abunya kelanjutan kompetisi, Samsul tak mau semangat skuadnya menyusut. Bond kebanggaan wong Solo harus tetap miliki semangat tinggi. Karena selain sebagai pekerjaan, sepak bola merupakan sebuah hobi.

“Sepak bola hobi kami, meskipun dengan dinamika kompetisi seperti saat ini. Kami pikir kami tetap cinta sepak bola. Kami menggeluti sepak bola dan tetap bersepak bola. Kami tetap enjoy menjalani apa pun di lapangan,” ungkapnya. (nis/ria)

RADARSOLO.ID — Kelanjutan Liga 1 musim ini dipastikan gagal bergulir pada 2 Desember. Pasalnya pihak kepolisian belum mengeluarkan perizinan. Padahal, tanggal tersebut merupakan opsi paling realistis yang dirancang PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.

Lagi-lagi, para peserta harus menunggu. Namun, pemain Persis Solo Samsul Arif mengaku, melesetnya jadwal lanjutan kompetisi strata tertinggi di Indonesia tersebut tak terlalu mengagetkan. Mengingat dua opsi yang dipasang PT LIB sebelumnya juga sebatas wacana. Mulai dari 18 November dan 25 November.

“Saya tidak suprise ya tentang hal ini. Kami biasa menghadapi hal ini di Indonesia,” bebernya ketika ditemui usai latihan di Stadion Sriwedari.

Mundurnya kick off karena dua calon venue terpusat belum diverifikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Yakni Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Moch. Soebroto Magelang.

Namun, kemarin (1/12), tim dari Mabes Polri dan Kementerian PUPR telah menyambangi dua venue tersebut sekaligus tiga stadion lainnya. Di antaranya, Stadion Manahan Solo, Stadion Maguwoharjo Sleman, hingga Stadion Jatidiri Semarang.

Secercah harapan muncul dengan adanya sidak tersebut. Bisa jadi Liga 1 tetap bergulir pada awal bulan ini. Karena itu, Samsul Arif dkk tetap mempersiapkan diri. Toh selama kompetisi mandeg, Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo- terus panaskan mesinnya. Mulai dari latihan rutin dan uji coba.

“Yang jelas di Persis Solo, kami tetap komit latihan. Kami bekerja profesional sebagai atlet. Kami dibayar. Manajemen menggaji kami seperti biasanya. Tidak ada yang berbeda di sini,” ucap striker andalan Persis Solo tersebut.

Pemain kelahiran 1985 yang sudah malang melintang di sepak bola Nusantara tersebut rindu dengan kompetisi. Karenanya, Samsul berharap Liga 1 segera menemui titik terang.

“Sebagai atlet pasti kami rindu kompetisi. Karena parameter prestasi kami di kompetisi. Kami sangat menantikan kompetisi,” imbuhnya.

Di tengah abu-abunya kelanjutan kompetisi, Samsul tak mau semangat skuadnya menyusut. Bond kebanggaan wong Solo harus tetap miliki semangat tinggi. Karena selain sebagai pekerjaan, sepak bola merupakan sebuah hobi.

“Sepak bola hobi kami, meskipun dengan dinamika kompetisi seperti saat ini. Kami pikir kami tetap cinta sepak bola. Kami menggeluti sepak bola dan tetap bersepak bola. Kami tetap enjoy menjalani apa pun di lapangan,” ungkapnya. (nis/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img