Perjudian Transfer Pemain Persis Solo Gagal, Milo: Perubahan Datang Terlambat


RADARSOLO.COM - Persis Solo harus legawa, usai memastikan diri terdegradasi ke Liga 2.Padahal langkah perjudian dengan merombak seluruh pemain asingnya di bursa transfer paruh musim. Kurang lebih 10 pemain asing didatangkan, namun masih belum bisa menyelamatkan klub kebanggan kota Bengawan tersebut.
Namun Milomir Seslija yang ditunjuk menjadi pelatih Persis Solo pada paruh kedua menggantikan Peter De Roo mengatakan perjudian tersebut sebenarnya mulai bergerak ke arah yang tepat. Sayangnya lima bulan waktu yang diberikan masih terlalu singkat.
Keputusan merombak seluruh pemain asing dianggap pihak luar karena adanya friksi atau masalah di internal klub. Namun Milo membantah hal tersebut, menurutnya seluruh elemen klub mulai dari pemain, tim pelatih hingga manajemen berada dalam satu arah yang sama selama masa-masa sulit.
“Saat saya datang, kami semua bersama-sama pelatih, pemain, dan juga jajaran klub,” ujar Milo kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (26/5/2026).
Bahkan, mantan pelatih Arema FC itu mengaku cukup terkejut dengan keterlibatan manajemen Persis selama perjuangan tim di putaran kedua. Dia menyebut para petinggi klub hampir selalu hadir dalam sesi latihan.
“Ini pertama kalinya para petinggi klub hampir setiap hari datang ke sesi latihan. Kami semua berusaha memberikan yang terbaik bersama-sama dan tidak ada masalah di dalam tim,” lanjutnya.
Milo menilai atmosfer positif tersebut menjadi salah satu modal penting Persis saat mencoba keluar dari tekanan degradasi. Menurutnya, solidaritas tim tetap terjaga meski situasi kompetisi semakin berat dari pekan ke pekan.
“Atmosfer tim sangat baik, kebersamaan tetap terjaga hingga akhir,” katanya.
Namun di balik soliditas tersebut, Milo secara tersirat memberi sinyal bahwa perubahan di tubuh Persis Solo datang dalam waktu yang terlalu singkat. Sebab dia hanya memiliki waktu sekira lima bulan untuk membenahi tim di tengah kompetisi yang sudah berjalan.
“Meski kami hanya bersama selama lima bulan, sangat menyedihkan karena akhirnya kami harus turun ke divisi dua,” ucapnya.



