"Tiket sejauh ini sudah hampir sold out. Yang bisa dibeli hanya tiket VVIP (harga Rp 250 ribu) di online, tapi kami prediksikan hari ini (kemarin) akan sold out juga sepertinya," terang Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona.
Dalam beberapa hari terakhir, keluhan akan sulitnya membeli tiket terasa. Hal ini lantaran animo yang cukup besar, ternyata tak seimbang dengan jumlah tiket yang terbatas.
Dan ironisnya, transaksi percaloan dengan kedok "ticket cancel" semakin marak, dan harganya gila-gilaan. Di beberapa lini masa media sosial bermunculan screenshot dari chat beberapa suporter yang tengah melobi tiket dengan beberapa pihak yang diprediksikan sebagai calo. Dan harganya bisa cukup jauh dari harga normal.
Contoh dilansir dari postingan akun Penonton Umum Surakarta di akun Twitter, ada potongan foto yang memperlihatkan tiket tribun timur yang seharusnya hanya berharga Rp 65 ribu, ternyata ada yang mau melepas tiketnya dengan harga Rp 600 ribu. Alsan kenaikan harga tersebut karena laga derby ditambah laga big match.
Bahkan postingan lainnya tiket VVIP yang harganya sekitar Rp 250 ribu, ternyata ada yang menjual dengan harga Rp 900 ribu. Dengan dalih sudah ada yang menawar Rp 850 ribu ke calon pembelinya yang bertanya soal harga tiket tersebut.
manajemen sudah mendengar kabar yang beredar, dan pihaknya juga cukup prihatin dengan aksi tersebut.
"Kita sosialisasi teman-teman untuk bisa membeli sesuai yang disediakan oleh manajemen. Baik online atau offline. Pembelian di orang yang alesan tiket cancel memang seharusnya bisa dihindari, karena harganya pasti akan lebih mahal dari yang sudah disesuaikan," tuturnya.
Manajemen juga mulai bergerak untuk melihat aksi ini dilakukan dengan cara apa. apakah ada oknum suporter atau tiket box yang terlibat didalamnya, pihaknya tengah menginvestigasi dan akan mengevaluasi.
"Tiket cancel memang sesuatu yang tidak bisa kami hindari. Pas pembelian, praktiknya memang satu KTP harus sesuai dengan identitas membelinya. Dan setelah itu dilepas lagi ke orang lain kan kami tidak tahu. Kami tengah menelusuri calo dapat dari mana saja, dan nanti memang perlu pengawasan ke tiket box juga. Kalau tidak sesuai dengan kesepakatan awal, tentu akan kami evaluasi. Karena teman-teman juga banyak yang ngasih keluhan ke kami," tuturnya.
Di lain sisi manajemen mengakui memberikan akomodir tiket ke suporter PSIS hanya sekitar 1.700 hingga 1.800 lembar tiket. Namun jumlah suporter PSIS yang akan datang bisa jadi akan lebih banyak dari itu. mengingat Panser Biru sudah memberi informasi kalau mereka akan datang ke Solo dengan total anggota 2.000. Itu belum termasuk jumlah suporter PSIS lainnya, yakni Snex.
Ada kabar, banyak suporter PSIS yang membeli tiket di tribun barat bagian selatan. Padahal suporter PSIS di alokasikan untuk menempati atau membeli tiket di tribun barat bagian utara. Mendengar kabar tersebut, manajemen mengakui siap berkoordinasi dengan panpel. Pihaknya berharap suporter PSIS harus berada di satu tribun yang sama.
"Kalau memang seperti itu nanti akan kami alihkan ke tribun bagian utara, agar tak bercampur dengan suporter Solo maupun penonton umum," terangnya.
Sementara itu pihak panpel dan keamanan juga sudah merancang peta kedatangan, dan kepulangan suporter. "Setelah datang akan langsung kami persilahkan masuk ke tribun untuk suporter PSIS. untuk kepulangan juga mereka akan pulang duluan, dan suporter Solo akan pulang belakangan setelah anthem Satu Jiwa dikumandangkan," terang ketua panpel Ginda Ferachtriawan. (nik)
Editor : Niko auglandy