Musim ini, tepat sebulan setelah anniversary 12 tahun FSG, turbulensi datang menyambangi AXA Training Centre –markas latihan Liverpool FC. Indikatornya terlihat di Premier League. Liverpool terseok-seok di peringkat kedelapan hingga 13 matchweek. Awal musim terendah sepanjang era FSG.
Situasinya menjadi runyam setelah muncul pernyataan yang mengejutkan dari FSG, kemarin (8/11). Konglomerasi asal Amerika Serikat milik John W. Henry dan Tom Werner itu siap melepas kepemilikan Liverpool FC.
Akuisisi Chelsea oleh investor AS Todd Boehly musim lalu punya andil sebagai salah satu pemantiknya. FSG mendapatkan pertanyaan dari investor yang berniat mengakuisisi klub sepak bola di Premier League.
Laporan The Athletic menyebut, dua bank terbesar di AS, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, diklaim sudah mendapat mandat dari investor yang masih dirahasiakan namanya itu untuk membantu proses akuisisi tersebut.
”FSG sudah sering mendapatkan pernyataan ketertarikan dari pihak ketiga untuk menjadi pemegang saham di Liverpool FC,” kata FSG dalam pernyataan resmi mereka.
”Kami sudah mengatakan sebelumnya, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan, kami akan mempertimbangkan adanya pemegang saham baru demi kepentingan terbaik Liverpool FC sebagai sebuah klub sepak bola," lanjut mereka.
Pernyataan FSG cukup mengejutkan, mengingat mereka seperti sulit tergantikan lantaran serius membangun Liverpool FC selama 12 tahun terakhir. Seperti mengubah wajah Anfield Stadium sehingga sejajar dengan stadion-stadion elite di Premier League.
Nominal hampir GBP 250 juta (Rp 4,48 triliun) digelontorkan FSG dalam pengembangan infrastruktur klub. Seperti GBP 110 juta (Rp 1,97 triliun) untuk ekspansi tribun Anfield sehingga mencapai 61 ribu kursi dari saat ini 53,5 ribu kursi.
Selain itu, FSG sudah menghabiskan anggaran GBP 50 juta (Rp 896,1 miliar) untuk memindahkan kamp latihan dari Melwood ke Kirby. Pengembangan yang dilakukan FSG itu diyakini menjadikan nilai jual Liverpool FC saat ini berada di kisaran GBP 3,6 miliar (Rp 64,5 triliun) seperti penilaian Forbes.
Angka itu memang di bawah nilai kesepakatan yang dicapai Boehly dengan Chelsea, yakni GBP 4,25 miliar (Rp 76,1 triliun). Namun, melihat prestasi di luar dan dalam lapangan yang dicatatkan Liverpool FC, angkanya bisa bertambah hingga GBP 5 miliar (Rp 89,6 triliun).
The Guardian sampai menyebut Liverpool FC sebagai brand sepak bola bernilai permata.
”Mereka (Liverpool FC) adalah salah satu klub warisan besar di salah satu liga terpopuler dan tersukses dari sisi komersial di dunia. Kesempatan seperti ini tidak sering terjadi," kata konsultan pemasaran brand olahraga Tim Crow.
Menurut Crow, hanya Manchester United yang mempunyai brand lebih besar dari The Reds di antara klub Premier League musim ini. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria