Dia mulai datang di babak 8 besar, dan sejak datang ke Kota Bengawan hingga partai final dia selalu jadi starter dan tak tergantikan. Pencapaian bisa membawa Persis juara di musim tersebut, dan meraih tiket promosi ke Liga 1 tentu jadi sumbangsihnya buat tim ini.
Namun saat didatangkan di bursa transfer putaran kedua Liga 1 musim lalu, ternyata dia hanya diberi kesempatan bermain sekali. Tepatnya saat melawan Persebaya Surabaya di akhir musim, itupun hanya main 13 menit. Catatan ini jelas jomplang sekali, dan banyak pihak tak menyangka dengan keputusan tim kepelatihan. Cukup menariknya nama Arif Budiyono tetap berada di tim.
"Dia memang hanya bermain selama 13 menit, namun dia berhasil menunjukkan potensi yang dimiliki. Itulah mengapa kami memutuskan untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya hingga satu tahun ke depan untuknya," beber Direktur Olahraga Persis Solo Edwin Klok.
Budi -sapaan akrab Arif Budiyono- akhirnya mengikuti jejak pemain lainnya yang dapat perpanjangan kontrak. Sebelumnya didapatkan oleh M. Riyandi, Alexis Messidoro, Eky Taufik, Irfan Jauhari, Arapenta Poerba, Gavin Kwan, dan Jaimerson Xavier.
Edwin Klok mengatakan Budi merupakan pemain yang terus berkembang dan mengikuti sistem permainan dari Persis. Hanya saja, memang Budi baru datang di pertengahan musim, jadi butuh adaptasi terhadap taktik yang diharapkan tim pelatih.
"Budi datang saat kompetisi sudah berjalan setengah musim. Dia datang saat skuad sudah sangat kompak dan dapat bekerja dengan sistem permainan yang sudah diterapkan. Untuk dapat mengikuti gaya permainan, Budi membutuhkan sedikit adaptasi dan dia sudah menunjukkannya dengan terus berkembang dan bekerja keras," jelasnya. (nis/nik/dam) Editor : Damianus Bram