RADARSOLO.COM - Gelang tiket pertandingan bisa dilacak. Itulah yang membuat Persis Solo bisa menemukan fakta soal tiket compliment yang diduga diperjualbelikan oleh pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB) saat laga kandang lawan Persib Bandung, Selasa (8/8). Usai pertandingan itu, panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Persis Solo dikenai denda Rp 25 juta rupiah lantaran dianggap gagal mengantisipasi kehadiran suporter tamu.
Ketua panpel pertandingan Ginda Ferachtriawan mengatakan, bagian ticketing punya sistem yang bisa men-tracking asal tiket. Karenanya, dahulu pihak panpel sempat memfoto sejumlah tiket, yang kemudian dilaporkan untuk dicek.
"Kalau kita konsen pada asalnya. Apakah asalnya dari Jawa Barat atau Bandung, justru pihak manajemen dan ticketing menemukan bahwa ini ada tiket yang berasal dari compliment. Jadi bukan kami yang jual. Nah oleh sebab itu, ada statement dari klub itu," beber Ginda.
Ginda menjelaskan, baik tiket yang diperjualbelikan maupun compliment memiliki bentuk gelang yang sama. Hanya saja nomornya berbeda. Itulah yang membedakan. Sehingga bisa ketahuan asal tiket itu dari mana.
"Bentuk gelangnya sama, sama-sama di sayap utara. Tapi kan ada sifatnya yang diperjualbelikan, ada yang sifatnya diberikan," imbuh Ginda.
Soal jatah compliment, setahu Ginda hal tersebut tercantum dalam regulasi. Jadi setiap kali tim main home, maka wajib memberikan tiket compliment. Misalnya kepada sponsornya, PT LIB, bahkan kepada tim tamu.
"(Solusi) Belum. Ini baru temuan, oleh Persis dijadikan masukan dan laporan. Tindak lanjutnya kita tunggu saja," ujar Ginda.
Ginda pun mengaku mendengar informasi soal tiket-tiket yang juga ditemukan dijual di online shop dan media sosial. Namun, dirinya tidak pernah mengecek karena konsen di lapangan.
"Sepanjang dia punya tiket resmi dan tidak beratribut (tim lawan,Red), ya pasti akan kami izinkan masuk," beber Ginda.
Karena itu, panpel meminta solusi dari PT LIB selaku operator liga terkait transparansi ticketing dan regulasi suporter tamu ini. Sebab, seringkali klub justru yang dikenai sanksi denda lantaran dianggap gagal mengantisipasi kehadiran suporter tamu.
"Kita masih saling berkomunikasi langkah apa yang seharusnya diambil. Kita juga sudah ngomong bahwa tim-tim yang di Pulau Jawa itu paling riskan dibanding yang di luar Pulau Jawa. Suporternya mungkin akan datang, seperti Surabaya, Semarang, kemarin Bandung, bisa juga Sleman. Ini kan sangat rawan bisa hadir," imbuh Ginda. (nis/ria)
Editor : Syahaamah Fikria