RADARSOLO.COM – Kekalahan PSIK Klaten di leg pertama Liga 3 zona Jateng dari Persiku Kudus 0-2, Sabtu (23/12) lalu masih terasa. Cukup menyakitkan karena terjadi di markas sendiri di Stadion Trikoyo.
"Masuknya (gol lawan) tidak terencana. Bola-bola seharusnya tidak masuk (kalau bisa diantisipasi dengan baik pergerakan lawan, Red). Itu kesalahan kami sendiri. Kami kurang fight ibaratnya," ujar Pelatih PSIK Klaten Sri Widadi kepada Jawa Pos Radar Solo (25/12).
Dia mengakui sudah meminta pemainnya untuk melupakan momen pahit tersebut. Dia optimistis bisa revans di leg kedua di Stadion Wergu Wetan, Kudus, 27 Desember mendatang.
Evaluasi tetap akan dijalani Sri Widadi. Dia mengakui saat pertemuan pertama dengan Persiku, cara bermain pemainnya tidak seperti biasanya.
"Passing salah terus. Kontrol bola juga salah, mudah direbut lawan. Jadinya kurang terorganisasi. Ini mainnya tak seperti biasanya," imbuhnya.
Selama musim ini, PSIK Klaten sudah kalah dua kali. Sebelumnya di babak penyisihan tim ini kalah sekali dari Persika Karanganyar, 12 November lalu. Selebihnya dari babak penyisihan hingga 12 besar, PSIK cukup superior dengan banyak meraih kemenangan dari lawan-lawannya. Bahkan di babak 12 besar tim ini jadi yang terproduktif, dan meraih hasil sempurna dengan catatan 100 persen kemenangan.
"Tidak usah mikir yang terjadi kemarin, mikir ke depan saja. Nanti kami latihan ada pattern, supaya punya gambaran untuk laga Rabu nanti. Semoga anak-anak bangkit lagi motivasinya untuk berangkat ke Kudus. Mudah-mudahan di sana timbul semangat lagi, dan bisa memenangkan pertandingan untuk bisa lolos ke empat besar (semifinal)," pungkasnya.
Di lini depan, Sri Widadi sudah punya andalan. Diharapkan, anak asuhnya nanti bisa gacor dan melesatkan gol sebanyak-banyaknya ke gawang Kudus.
"Nanti mungkin ada rotasi. Mungkin di posisi gelandang. Tapi (saya tidak terlalu bingung karena) Klaten itu tidak beda beda jauh (pemainnya). Kualitasnya merata. Jadi enak kami. Kerja samanya jug bagus," imbuhnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy