Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Apa Yang Terjadi Saat Persis Solo Baru Berdiri 1923 Silam, Ini Jawabannya

Niko auglandy • Kamis, 4 April 2024 | 23:30 WIB
Logo Persis Solo
Logo Persis Solo

RADARSOLO.COM - Persis Solo masih diyakini berdiri tanggal 8 November 1923. Setiap tanggal tersebut juga selalu dirayakan sebagai hari ulang tahun Persis Solo. Baik oleh manajemen maupun para pendukungnya.

Namun sejatinya Persis sudah berdiri jauh lebih tua dari tanggal tersebut. Tepatnya pada akhir Maret 1923.

Ini sesuai dengan berita yang ada di koran Darmo Kondo terbitan 31 Maret 1923. Darmo Kondo sendiri adalah Koran pribumi milik Yayasan Budi Utomo terbitan Kota Solo kala itu.

Dalam potongan koran berjudul "NYATANYA MAJU" di edisi Darmo Kondo cetakan 31 Maret 1923. Dikisahkan bahwa klub bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond baru saja didirikan oleh empat klub. Yakni Legion, Romeo, Mars, dan De Leeuw.

Vorstenlandsche Voetbal Bond atau yang disingkat VVB, adalah nama awal dari Persis Solo. Perubahan nama VVB menjadi Persis Surakarta atau Persis Solo terjadi mulai 1933.

Banyak yang menyebutkan ada beberapa konseptor yang ikut melahirkan Persis Solo. Sang konseptor tersebut adalah pengurus tim Romeo  R. Ng. Reksohadiprojo. Lalu ada juga sosok Sutarman, dan Sastrosaksono dari Klub Mars. Ketiganya ikut mendirikan klub VVB pada tahun 1923.

Tak lama setelah VVB didirikan, akhirnya dibentuk pengurus pertama yang akhirnya ikut dilantik. Pengurus pertama VVB adalah Reksohadiprodjo, Sastrosaksono, Sumohartono, Kartosumanto, Sutidjo, Sastrokaryono, Sjoemadi, Reksodikoro, Isman Mursadi, Jusup, dan Abdullah.

Lahirnya VVB tentu jadi semangat kaum pribumi untuk mengembangkan spirit kebangsaan dari dalam lapangan hijau.

Animo masyarakat untuk memainkan bola juga jadi semakin berhembus kencang usai VVB didirikan.

Dalam beberapa literasi yang didapat Jawa Pos Radar Solo dalam penelusuran sejarah Persis dari berbagai koran lawas sezaman didapatkan fakta menarik bahwa masyarakat Solo menyambut kedatangan Persis Solo.

Salah satu bukti nyatanya adalah, tak lama usai VVB didirikan, digelar rangkaian pertandingan sepak bola di Kota Solo. Tepatnya digelar di lapangan Alun-Alun Selatan Kota Solo, pada 7 sampai 13 April 1923.

Yang bertanding bukan hanya dari Solo saja, tapi ada juga klub dari Jogja, Semarang, hingga Klaten. Beberapa pertandingan cukup menyita perhatian masyarakat Solo dan sekitarnya tersaji.

Pada Sabtu 7 April 1923, Mars Solo jadi laga pembuka untuk melawan DOM Jogja.
Pertandingan lainnya adalah Romeo melawan DED dari Jogja.

De Leeuw ditantang klub bernama Pasoepati asal Jogja. Legion melawan Hizboel Wathan Jogja, hingga Mokis Klaten melawan VVD Semarang.

Kalau ada yang bertanya, siapa saja skuad pertama VVB. Bisa jadi pertandingan yang terjadi pada tanggal 12 April 1923 lah jawabannya.

Darmo Kondo memang menulisnya dengan nama Solo Bond. Tapi secara komposisi tim ini terdiri dari beberapa pemain terbaik di Kota Solo.

Tepatnya yang sebelumnya  bermain  di klub Legion, Mars, De Leeuw, dan Romeo di turnamen ini. Kala itu Solo Bond bertanding melawan VVD asal Semarang.

Di posisi kiper ada sosok Hardjowardojo dari Legion. Tim Solo Bond asal Legion lainnya adalah Kahar, Singopradjoko, dan Soetidjo.

Romeo Juga punya empat wakil di klub Solo Bond ini, yakni R.M. Salamoen, R.M. Salim, Said, dan terakhir Soewarno. Untuk Mars hanya diwakili oleh Sarodjo dan Satiman. Sedangkan  untuk De Leeuw, pemain andalannya yang dipanggil untuk bergabung dengan Solo Bond hanya  Doelah.

Pertandingan Solo Bond melawan VVB dari Semarang berakhir imbang dengan skor akhir 0-0. Sehari berselang, Solo Bond kembali bertanding lagi.

Kali ini menantang tim Rest Solo. Tim Rest Solo juga terdiri dari pemain asal empat klub lokal Solo yang bertanding di festival sepak bola ini.

Bedanya mereka adalah yang tak bergabung di tim Solo Bond saat bertanding melawan VVD. Tim Rest Solo melawan Solo Bond digelar pada (13/4/1923).
Pertandingan di  turnamen ini berjalan dengan sangat menarik.

Walau sempat ada hujan lebat juga yang muncul saat laga Romeo lawan DED.
Penonton yang hadir juga dari berbagai macam background. Beberapa bangsawan juga turut hadir menonton pertandingan ini.

Tapi ada hal menarik dari turnamen ini. Di mana, 80 persen dari hasil pendapatan keuntungan bersih tiket masuk penonton didermakan ke sekolah Muhammadiyah. Sementara sisa 20 persennya, akan masuk ke kas anggota Persis.

Jadi bisa dibilang euforia pembentukan Persis Solo atau VVB 1923 silam disambut antusias oleh masyarakat Kota Solo, khususnya oleh empat klub pendiri.

Salah satu langkah nyatanya adalah empat klub membuat sebuah pertandingan akbar di alun-alun Solo.

Sebuah catatan yang menarik dari klub Persis Solo yang hingga hari ini masih eksis, dan tahun ini genap berusia 101 tahun. (nik)

Editor : Niko auglandy
#legion #persis solo #Romeo #VVB #pasopati #De Leeuw #Mars