Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Liga 2 Indonesia Ricuh, Pemain Persiraja Banda Aceh Pukul Wasit Usai Timnya Dikalahkan PSPS Pekanbaru

Damianus Bram • Kamis, 13 Februari 2025 | 01:03 WIB
Laga Persiraja Banda Aceh vs PSPS Pekanbaru di Liga 2.
Laga Persiraja Banda Aceh vs PSPS Pekanbaru di Liga 2.

RADARSOLO.COM – Liga 2 Indonesia kembali diwarnai kericuhan. Laga Babak 8 Besar Liga 2 antara PSPS Pekanbaru dan Persiraja Banda Aceh di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, pada Selasa (11/2/2025) berakhir dengan tindakan tidak sportif pemain.

Usai pertandingan, beberapa pemain Persiraja Banda Aceh meluapkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit dengan melakukan pemukulan.

Insiden ini terjadi setelah laga berakhir dengan kemenangan PSPS Pekanbaru 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.

Pertandingan ini banyak diwarnai permainan keras dan berbagai keputusan wasit yang memicu ketegangan. Akibatnya, banyak kartu yang dikeluarkan sepanjang laga.

Laga ini menjadi krusial dalam perebutan tiket promosi ke BRI Liga 1. Saat ini, PSPS Pekanbaru mengoleksi sembilan poin dari empat laga.

Kemenangan ini memperkuat posisi mereka di peringkat kedua klasemen sementara Grup X, di bawah PSIM Yogyakarta yang juga memiliki 9 poin namun unggul selisih gol.

Dengan tekanan tinggi selama babak play-off ini, tensi pertandingan semakin meningkat dan aksi tidak sportif semakin sering terjadi.

Pemukulan terhadap wasit oleh beberapa pemain Persiraja Banda Aceh menjadi salah satu insiden yang mencoreng sepak bola Indonesia.

Belum diterapkannya teknologi VAR di Liga 2 menjadi salah satu faktor utama keputusan wasit sering dianggap kontroversial oleh pemain dan pelatih.

Dalam beberapa pertandingan, keputusan wasit kerap menjadi pemicu ketegangan dan insiden tidak sportif.

Dengan adanya insiden pemukulan terhadap wasit, PSSI diharapkan bertindak tegas dengan memberikan sanksi disiplin kepada para pemain yang terlibat. Langkah ini diperlukan untuk menjaga integritas kompetisi.

Dengan kemenangan ini, peluang PSPS Pekanbaru untuk promosi ke BRI Liga 1 semakin terbuka. Sebaliknya, kekalahan ini membuat peluang Persiraja Banda Aceh semakin kecil.

Sebelumnya, Liga 2 juga sempat menjadi sorotan ketika pertandingan antara PSPS Pekanbaru melawan Deltras Sidoarjo berakhir ricuh.

Saat itu, kericuhan terjadi akibat perseteruan antara dua pemain yang berujung pada aksi kekerasan di tengah lapangan.

Budaya permainan keras yang masih marak di Liga Indonesia menjadi permasalahan yang terus berulang.

Sikap sportif yang hanya menjadi jargon semakin memperlebar kesenjangan kualitas antara pemain liga domestik dan para pemain diaspora yang menghiasi Timnas Indonesia.

Meski demikian, di balik insiden negatif tersebut, pertandingan PSPS Pekanbaru melawan Persiraja Banda Aceh mencatat rekor jumlah penonton terbanyak.

Sebanyak 15.853 penonton memenuhi stadion, melampaui jumlah penonton di laga Persiraja Banda Aceh melawan Dejan FC yang mencatat 12.271 penonton. (dam)

Editor : Damianus Bram
#psps pekanbaru #persiraja banda aceh #Wasit #pemukulan #liga 2 #ricuh