RADARSOLO.COM - Usai menahan imbang Timnas Indonesia di Jakarta, langkah Ferroviário berlanjut ke Kota Kembang. Stadion Sidolig, Bandung menjadi panggung berikutnya dalam tur Asia klub asal Mozambik tersebut pada 25 Desember 1955.
Di hadapan sekitar 8.000 penonton, Ferroviário ditantang PSSI Harapan—tim yang dihuni para pemain muda terbaik Indonesia yang diproyeksikan menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan.
Pertandingan yang dipimpin wasit Wensveen asal Jakarta itu berakhir mengejutkan: PSSI Harapan menang telak 4-1, setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama.
Sejak awal laga, duel berlangsung ketat. PSSI Harapan menurunkan komposisi pemain lintas daerah. Sutarto asal Solo dipercaya mengawal lini belakang sejak menit pertama. Ia didampingi Paidjo (Malang) dan Saelan (Jakarta).
Lini tengah diperkuat Rukma (Bandung) dan Marjoso (Pati), sementara sektor serang diisi nama-nama seperti Ramlan (Surabaya), Ade (Bandung), Kian An (Semarang), Sukiran (Semarang), Sahetapy (Surabaya), dan Arsjan (Medan).
Di babak kedua, pelatih PSSI Harapan menambah tenaga segar dengan memasukkan Jusran (Semarang) dan Omo (Bandung). Keputusan itu terbukti krusial.
Ferroviário sempat membuka asa lebih dulu. Lewat serangan terorganisasi, Teixeira mencetak gol pada menit ke-68 dan membawa tim tamu unggul 1-0. Namun keunggulan itu justru memantik kebangkitan PSSI Harapan.
Hanya lima menit berselang, Sukiran menyamakan kedudukan pada menit ke-73. Setelah itu, PSSI Harapan tampil menggila.
Jusran mencetak dua gol beruntun, termasuk pada menit ke-88, sebelum Rukma menutup pesta gol lewat gol keempat pada menit ke-89.
Dalam waktu singkat, Ferroviário runtuh di bawah tekanan intens dan stamina para pemain muda Indonesia.
Kemenangan ini menjadi bukti kualitas generasi emas sepak bola Indonesia kala itu—pemain-pemain yang kelak menghiasi skuad Timnas senior.
Pemain yang bermain:
PSSI Harapan : Paidjo, Saelan, Sutarto,Rukma, Marjoso, Ramlan, Ade, Kian An, Sukiran, Sahetapy/Omo (46 '), Arsjan/Jusran (56')
Ferroviario : Da Conceição , Hernani da Silva , Franco , Low , C.Ferreira , Campelo ;
Fernandes Viana , Pires , Amaral Teixeira.(bersambung ke part #4)