RADARSOLO.COM - Kekalahan Persis Solo dari Persib Bandung dengan skor tipis 0-1 pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 (31/1), semakin memperberat tekanan yang dialami Laskar Sambernyawa. Hasil negatif di Stadion Manahan tersebut membuat Persis Solo kian terpuruk di dasar klasemen sementara.
Meski kalah, Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menegaskan, timnya tidak boleh berlindung di balik alasan apa pun. Pelatih yang akrab disapa Milo itu menilai permainan Persis sebenarnya menunjukkan peningkatan dibanding laga-laga sebelumnya, terutama dari sisi intensitas dan keberanian menghadapi Persib yang berstatus juara bertahan. Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk menghasilkan poin.
“Tapi ini bukan sebuah alasan. Para pemain harus bertanggung jawab, karena kami sudah bekerja di latihan dan memberikan instruksi yang jelas. Jika kami ingin memenangkan pertandingan, para pemain harus berani menjalankan tugasnya di lapangan,” ujar Milomir Seslija dalam konferensi pers, usai laga.
Pelatih asal Bosnia itu menekankan bahwa seluruh pemain memiliki peran dan kewajiban yang sama. Baik pemain lokal maupun pemain asing dituntut menjalankan instruksi dengan disiplin dan komitmen tinggi. Tanpa tanggung jawab kolektif, Persis Solo akan terus kesulitan mengubah hasil akhir pertandingan.
Milo juga secara khusus menyoroti peran pemain lokal. Menurutnya, tekanan ke depan sudah menjadi bagian dari rencana permainan sejak awal, namun tidak dijalankan dengan maksimal.
“Pemain-pemain lokal sudah saya beritahu untuk menekan ke depan, tapi tidak mereka lakukan. Mereka masih dalam proses adaptasi, dan ini adalah bagian yang harus mereka lalui jika ingin berkembang dan membantu tim,” terang Milo.
Masuknya pemain baru juga menjadi perhatian tersendiri. Milo menilai kontribusi pemain anyar mulai terlihat, terutama setelah Persis tertinggal. Namun ia menegaskan, tanggung jawab dalam menjaga transisi permainan seharusnya dijalankan sejak awal laga.
“Para pemain baru bertanggung jawab dalam melakukan penjagaan transisi setelah tertinggal satu gol. Kami seharusnya mengambil tanggung jawab itu saat skor masih kosong-kosong, karena dengan cara itu kita bisa memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Menurut Milo, sepak bola modern menuntut reaksi cepat saat kehilangan bola. Kesalahan kecil dalam organisasi dan transisi permainan bisa berujung fatal dan langsung menentukan hasil pertandingan.
Meski kembali menelan kekalahan, Milo tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Dia menilai Persis Solo mampu memberi perlawanan seimbang dan menunjukkan keberanian bermain. Namun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.
Dari kubu lawan, Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak mengakui bahwa Persis Solo tampil cukup merepotkan. Dia menilai pertandingan berjalan lebih sulit dibanding perkiraan awal, terutama karena kehadiran pemain asing baru di skuad Persis.
“Saya sudah bilang sebelum pertandingan ini tidak akan mudah, karena mereka memiliki pemain asing baru. Mereka bermain lebih baik dibanding laga sebelumnya dan membuat kami harus bekerja keras untuk mendapatkan kemenangan,” ujar Bojan Hodak.
Bojan menilai efektivitas menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Persib Bandung tidak menciptakan banyak peluang bersih, namun mampu memaksimalkan satu momen krusial untuk memastikan tiga poin.
“Mereka bertahan cukup solid dan kami hanya punya dua atau tiga peluang bersih. Kami beruntung bisa mencetak gol dan mempertahankan keunggulan sampai akhir,” ucap Bojan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy