RADARSOLO.COM – Laskar Sambernyawa tengah memasuki fase yang jauh dari kata ideal. Persis Solo masih berkutat di papan bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, situasi yang kian diperburuk setelah dua kekalahan kandang beruntun saat menjamu Borneo FC dan Persib Bandung di Stadion Manahan.
Hasil tersebut membuat atmosfer tim asal Kota Bengawan itu terasa berat dan penuh tekanan.
Di tengah kondisi sulit itu, perhatian publik justru tertuju pada sosok Mahendra Agakhan Thohir. Kehadirannya di Stadion Manahan pada laga pekan ke-18 kontra Borneo FC, Jumat (23/1/2026), memunculkan spekulasi beragam.
Banyak yang menduga bahwa putra sulung Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir tersebut kembali memainkan peran penting dalam manajemen klub.
Agakhan sejatinya bukan wajah asing bagi Persis Solo.
Pada awal proses pengambilalihan klub pada 2021, dia sempat menjabat sebagai Presiden Komisaris Persis Solo.
Namun pada 2023, ia resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk menghindari potensi konflik kepentingan setelah ayahnya dipercaya sebagai Ketua Umum PSSI.
Sejak itu, namanya tak lagi masuk dalam struktur manajemen aktif Persis, meski keluarga Thohir tetap menjadi salah satu pemegang saham klub.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, manajemen Persis Solo menegaskan bahwa kedatangan Agakhan ke Manahan sama sekali tidak berkaitan dengan jabatan baru ataupun perubahan struktur klub.
Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona, menekankan bahwa kehadiran tersebut bersifat murni undangan pribadi dari Kaesang Pangarep selaku pemilik mayoritas klub.
“Secara status, kami masih terikat. Jadi sampai sekarang kami masih sering berkoordinasi dengan Mas Aga untuk beberapa hal, karena dari sisi pengalaman kami juga masih banyak belajar,” ujar Bryan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Bryan menjelaskan bahwa komunikasi yang dijalin lebih bersifat diskusi informal, bukan bentuk keterlibatan resmi dalam manajemen. Agakhan, kata dia, hanya dimintai pandangan mengingat pengalamannya pada masa awal transformasi Persis.
“Statusnya lebih ke konsultasi. Kemarin itu memang ada agenda tersendiri dan Mas Aga diundang langsung oleh Mas Kaesang,” imbuhnya.
Selama berada di Manahan, Agakhan disebut lebih banyak berbincang santai dengan internal klub. Tidak ada pembahasan strategis maupun teknis yang mengarah pada perubahan struktur kepengurusan.
“Lebih ke ngobrol dan konsultasi saja. Tidak ada pembahasan teknis yang mengarah pada perubahan manajemen,” tegas Bryan.
Manajemen memastikan struktur organisasi klub masih berjalan sesuai susunan yang telah ditetapkan. Seluruh keputusan, baik teknis maupun non-teknis, tetap berada di tangan jajaran manajemen aktif serta tim pelatih.
Dengan demikian, kedatangan Mahendra Agakhan Thohir dipastikan sekadar kunjungan, atau dalam istilah lokal “dolan”, sambil memberikan dukungan moral kepada Persis yang sedang berada dalam situasi sulit.
Kini, fokus Laskar Sambernyawa beralih ke laga berikutnya. Persis dijadwalkan melakoni duel sarat gengsi Derby Mataram kontra PSIM Yogyakarta pada laga tandang, Jumat (6/2/2026).
Pertandingan itu diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan Persis dan membuka jalan untuk keluar dari tekanan di sisa musim BRI Super League 2025/2026. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy