RADARSOLO.COM - Persis Solo masih saja alergi meraih kemenangan di laga kandang. Hasil imbang kembali diraih saat menjamu PSBS Biak, Sabtu (21/2/2026) lalu. Hasil tersebut memperpanjang paceklik kemenangan Persis di hadapan pendukung sendiri.
Sejumlah suporter menilai keputusan pergantian pemain menjadi salah satu penyebab Persis gagal mengamankan kemenangan. Kritik tersebut ramai disuarakan melalui media sosial setelah pertandingan berakhir. Pergantian pemain dinilai tidak tepat waktu sehingga memengaruhi keseimbangan permainan tim.
Sorotan terutama tertuju kepada pelatih kepala Milomir Seslija yang dianggap terlambat melakukan perubahan. Beberapa pemain terlihat mengalami penurunan kondisi fisik menjelang akhir pertandingan. Namun pergantian pemain dinilai tidak segera dilakukan.
Salah satu pemain yang disorot adalah Zanadin Faris yang dinilai sudah terlihat kelelahan. Sebagian suporter menilai pemain muda tersebut seharusnya lebih cepat digantikan. Kondisi fisik yang menurun disebut berpengaruh terhadap konsentrasi permainan.
Di sisi lain, keputusan menarik keluar Dimitri Lima juga menuai pertanyaan. Pemain asing tersebut dinilai sedang berada dalam performa terbaiknya pada pertandingan tersebut. Apalagi Dimitri menjadi pencetak gol keunggulan Persis di babak pertama.
Perubahan komposisi pemain tersebut dinilai memengaruhi stabilitas permainan Persis. Setelah pergantian dilakukan, intensitas serangan Persis disebut mulai menurun. Situasi tersebut memberi ruang bagi PSBS untuk mengembangkan permainan.
Persis akhirnya harus kebobolan pada babak kedua. Gol lawan diawali dari kesalahan umpan yang dilakukan Zanadin di area permainan sendiri. Momen tersebut menjadi titik balik yang membuat Persis gagal mempertahankan keunggulan.
Menanggapi sorotan tersebut, Milo menegaskan keputusan pergantian pemain bukan faktor utama hasil imbang. Dia menyebut tim sebenarnya masih mempertimbangkan sejumlah opsi sebelum melakukan pergantian. Kondisi beberapa pemain menjadi bahan pertimbangan tim pelatih.
"Kami sebenarnya masih menunggu kemungkinan untuk melakukan satu pergantian pemain, kita harus menarik beberapa pemain bukan cuma Zanadin dan sebenarnya tadi Alba juga kelelahan," ungkap Milo.
Menurutnya, beberapa pemain memang mengalami penurunan kondisi fisik menjelang akhir pertandingan. Situasi tersebut membuat tim pelatih harus berhitung dengan cermat sebelum melakukan pergantian. Pergantian pemain disebut harus disesuaikan dengan kebutuhan tim.
Milo menegaskan persoalan utama Persis bukan pada pergantian pemain maupun pendekatan taktik. Ia menilai timnya sebenarnya mampu mengontrol permainan dengan cukup baik. Namun hasil akhir tidak sesuai harapan karena peluang gagal dimaksimalkan.
"Tapi sekali lagi, bukan masalah pemainnya dan taktikal karena masalah kita sebetulnya kenapa kita tidak bisa mencetak lebih banyak gol," ucapnya menambahkan.
Dia menilai Persis tampil cukup kreatif sepanjang pertandingan. Tim disebut mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Bahkan menurutnya, permainan Persis dinilai lebih baik dibanding saat menghadapi Madura United.
"Secara permainan kreatif kita jauh lebih baik sebetulnya karena kita punya peluang dan kita lebih baik ketika menampilkan permainan kala melawan Madura," terangnya.
Milo juga memberikan pembelaan terhadap Zanadin. Dia menilai pemain tersebut justru menjadi salah satu pemain terbaik pada babak pertama. Kesalahan umpan yang terjadi dinilai tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan pemain. "Zanadin adalah salah satu pemain terbaik kita di babak pertama dan tidak bisa menyalahkan dia terkait salah umpan tersebut."
Persis kini harus segera memperbaiki hasil di kandang. Laskar Sambernyawa kembali dijadwalkan tampil di hadapan pendukung sendiri saat menjamu Persik Kediri pada Minggu (3/3/2026).
Laga tersebut akan berlangsung di Stadion Manahan dan menjadi kesempatan bagi Persis untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan di kandang musim ini. Hasil positif dibutuhkan untuk mengangkat kepercayaan diri tim. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy