RADARSOLO.COM - Persis Solo kembali gagal mengamankan poin penuh setelah bermain imbang 1-1 saat menjamu PSBS Biak pada lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-22, Sabtu (21/2). Hasil tersebut kembali memantik sorotan publik, salah satunya tertuju pada winger muda, Zanadin Fariz.
Nama Zanadin ramai diperbincangkan setelah beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan dirinya terlibat adu argumen dengan seorang suporter. Pemain 20 tahun itu tampak merespons ucapan bernada hinaan yang diteriakkan langsung ke arahnya.
Sikap Zanadin dinilai wajar mengingat para pemain sudah berjuang maksimal di lapangan dan tak sepantasnya mendapatkan makian dengan kata-kata kasar. Zanadin disebut berharap kritik yang diberikan suporter tetap mengedepankan cara yang wajar dan proporsional.
Di tengah performa tim yang belum stabil, Zanadin justru mencuri perhatian lewat penampilan apiknya meski sedang menjalani ibadah puasa Ramadan. Satu kesalahan umpannya yang berujung gol lawan sempat menuai kritik. Beberapa pihak mengaitkannya dengan kondisi fisik pemain yang sedang berpuasa.
Namun Pelatih Kepala Persis Solo, Milomir Seslija, menepis anggapan tersebut. Dia justru menilai Zanadin tampil cukup impresif sepanjang laga.
“Kredit spesial untuk pemain lokal kita, salah satunya Zanadin Fariz yang bermain bagus meskipun menjalani puasa. Althaf juga tampil sangat baik,” ujar Milo.
Menurutnya, Ramadan bukanlah kendala bagi tim. Persis telah menyiapkan skema adaptasi sejak awal, mulai dari jadwal latihan hingga pengaturan nutrisi pemain.
“Bulan Ramadan bukan masalah. Kami sudah melakukan latihan malam dan menyesuaikan menu makan agar kebutuhan pemain tetap terpenuhi,” terang Milo.
Tim pelatih memindahkan sebagian sesi latihan ke malam hari demi menyesuaikan ritme energi para pemain yang berpuasa. Menu khusus juga disiapkan agar kalori dan hidrasi tetap optimal. Adaptasi ini dinilai berjalan efektif, terutama untuk pemain lokal.
“Pemain lokal sudah beradaptasi dengan baik. Tantangannya justru pada komposisi pemain asing karena kami memiliki 11 pemain asing dan hanya bisa memakai sembilan, dengan tujuh di lapangan,” tambahnya.
Milo menilai permainan Persis sebenarnya menunjukkan perkembangan, terutama dari aspek kreativitas serangan. Peluang tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi kendala yang membuat kemenangan kembali tertunda.
“Kreativitas kami jauh lebih baik. Zanadin memang terlihat melakukan satu kesalahan umpan, tetapi itu tidak terlalu berbahaya. Secara keseluruhan performa pemain cukup baik, hanya saja kami belum bisa mencetak gol lebih banyak,” jelasnya.
Dia menegaskan, kesalahan umpan tersebut tidak bisa dijadikan gambaran performa Zanadin secara keseluruhan. Di babak pertama, Zanadin menjadi salah satu motor serangan yang berani menusuk dan membuka ruang berbahaya.
“Zanadin adalah salah satu pemain terbaik kami di babak pertama. Tidak tepat menyalahkan dia hanya karena satu kesalahan,” tegas Milo.
Meski hasil belum konsisten, performa pemain lokal yang tetap kompetitif saat berpuasa menjadi catatan positif. Determinasi dan intensitas permainan dinilai tidak menurun. Kini tantangan Persis adalah meningkatkan efektivitas agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi kemenangan. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy