RADARSOLO.COM - Kepastian satu slot wakil Jawa Tengah di babak nasional Liga 4 masih menunggu keputusan Asprov PSSI Jateng. Situasi ini muncul setelah PSIR Rembang didiskualifikasi akibat kerusuhan suporter pada laga terakhir menghadapi Persak Kebumen. Otomatis, satu tempat yang sebelumnya menjadi milik PSIR kini lowong dan memunculkan spekulasi.
Sebelumnya, empat tim yang memastikan tiket nasional adalah Persiharjo Sukoharjo, PSIR Rembang, Persak Kebumen, dan Persibangga Purbalingga sebagai juara regional Jawa Tengah.
Namun dengan sanksi yang diterima oleh PSIR Rembang, komposisi berubah dan hanya menyisakan tiga tim yang sudah pasti. Satu slot tambahan disebut-sebut akan diisi tim yang finis di babak delapan besar.
Pelatih Persiharjo Sukoharjo Dwi Joko Prihatin memilih tidak berspekulasi mengenai siapa yang akan mendapat kesempatan itu. Dia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Asprov. Fokus timnya saat ini bukan pada polemik tersebut, melainkan pada kesiapan internal.
“Untuk bocoran tim mana yang akan ikut babak nasional setelah PSIR Rembang didiskualifikasi, kalau itu saya tidak terlalu berkompetensi untuk berkomentar dan semuanya bergantung pada keputusan asprov. Setidaknya untuk gambaran tahun lalu, slot yang digunakan 4 untuk tim yang berada di semifinal. Kita sudah aman di posisi ini, kita fokus untuk persiapan dengan kita sendiri,” terangnya.
Pernyataan itu menegaskan sikap realistis Persiharjo. Sebagai salah satu tim semifinalis, mereka sudah mengamankan tiket dan tak ingin terdistraksi isu eksternal. Konsentrasi sepenuhnya diarahkan pada pembenahan teknis dan taktikal jelang babak nasional.
Persiapan tersebut termasuk upaya memperkuat komposisi pemain. Persiharjo disinyalir membidik amunisi dengan level kompetisi di atas Liga 4 untuk meningkatkan daya saing. Langkah ini dinilai krusial mengingat persaingan di fase nasional dipastikan lebih ketat.
Namun, Dwi Joko Prihatin lebih memilih percaya dengan kekuatan tim saat ini tanpa muluk-muluk menargetkan pemain dengan kemampuan di atas Liga 4. Pemain-pemain yang sudah didatangkan sekarang masih dalam tahap evaluasi dan adaptasi. Uji coba menjadi instrumen utama untuk mengukur kualitas rekrutan anyar.
“Sudah dilihat sendiri dalam laga persahabatan melawan Mars Solo. Jadi saya percaya dengan pemain-pemain yang sudah kita miliki. Untuk saat ini kita sedang memproses itu, termasuk match hari ini adalah proses pengenalan seberapa jauh kemampuan mereka untuk membantu tim,” pungkasnya.
Laga uji coba melawan Mars Solo menjadi gambaran awal bagaimana komposisi baru bekerja. Meski hasil bukan prioritas, pelatih bisa membaca kedalaman skuad dan respons pemain dalam skema permainan. Evaluasi detail dilakukan untuk menentukan siapa yang benar-benar siap bersaing.
Dengan slot nasional yang sudah aman, Persiharjo kini berada dalam fase krusial pembentukan karakter tim. Adaptasi pemain baru, penyempurnaan chemistry, hingga penguatan mental menjadi pekerjaan rumah utama. Babak nasional bukan sekadar partisipasi, tetapi momentum untuk menunjukkan kualitas.
Sementara itu, publik sepak bola Jawa Tengah masih menunggu kepastian siapa yang akan mengisi satu tempat tersisa. Apapun keputusan Asprov nantinya, Persiharjo memilih berdiri pada satu prinsip yakni menyiapkan diri sebaik mungkin dan membiarkan performa di lapangan yang berbicara. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy