Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Buntut Aksi Protes Suporter, Persis Solo Kena Denda Rp 60 Juta

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:31 WIB

Persis Solo melawan Persik Kediri di Stadion Manahan (1/3/2026).
Persis Solo melawan Persik Kediri di Stadion Manahan (1/3/2026).

RADARSOLO.COM - Persis Solo kembali mendapatkan surat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI yang diumumkan lewat akun Instagram klub, Rabu (4/3/2026) malam. Surat ini merupakan buntut dari aksi suporter Laskar Sambernyawa yang melakukan protes dengan turun ke lintasan lari Stadion Manahan, Solo, saat para punggawa Persis Solo melakukan player parade.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Laskar Sambernyawa menuai hasil imbang menghadapi PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-22, Sabtu (21/2). Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI, tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Bukti-bukti berupa rekaman video yang beredar dinilai cukup untuk memperkuat terjadinya pelanggaran. Karena itu, klub tuan rumah dinilai harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Bahwa pada tanggal 21 Februari 2026 bertempat di Stadion Manahan, Solo, telah berlangsung pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persis Solo melawan PSBS Biak, di mana Klub Persis Solo melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena 30 menit setelah pertandingan berakhir terdapat beberapa suporter Persis Solo turun dari tribun dan memasuki area lapangan pertandingan,” bunyi keputusan Komite Disiplin PSSI.

Dalam putusannya, Komite Disiplin menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Persis Solo. Nilai denda tersebut mencapai puluhan juta rupiah dan wajib dipenuhi oleh klub. Sanksi itu merujuk pada pasal yang tercantum dalam regulasi disiplin federasi.

“Merujuk pada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) jo lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub Persis Solo dikenakan sanksi denda sebesar Rp 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah),” tulis Komite Disiplin PSSI dalam surat resminya.

Komite Disiplin juga memberikan peringatan tegas kepada klub terkait potensi hukuman lanjutan. Jika pelanggaran serupa kembali terjadi, sanksi yang diberikan bisa lebih berat. Hal ini menjadi perhatian penting bagi manajemen klub maupun suporter.

Selain itu, Komdis juga memberikan ruang untuk klub mengajukan banding atas keputusan yang telah diajukan. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari manajemen Persis Solo apakah akan menggunakan hak tersebut.

Dijatuhkannya sanksi tersebut, menuai banyak polemik dari kalangan suporter. Melalui kolom komentar di akun resmi Persis Solo, mereka mempertanyakan sanksi karena aksi protes sendiri dilakukan setelah 30 menit pertandingan usai.

"Kok bisa? Posisi pertandingan saja sudah lama selesai dan tidak ricuh kok," tulis komentar netizen pada unggahan akun resmi Persis Solo.

Meskpun sanksi banyak dipertanyakan oleh suporter, Komdis tetap menjatuhkan denda karena sudah melanggar aturan yang sudah ditetapkan federasi dan disetujui oleh peserta liga.

Sebelum jatuhnya sanksi tersebut, Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, sendiri sudah memberikan respon terkait aksi tersebut dan sudah bertemu dengan perwakilan suporter. Ia menyampaikan bahwa manajemen memahami kekecewaan suporter saat itu.

Namun demikian, Ginda menegaskan bahwa bentuk kekecewaan tidak seharusnya diwujudkan dengan bentuk seperti itu karena tindakan tersebut melanggar aturan kompetisi dan bisa merugikan tim. Oleh sebab itu, ia berharap suporter tetap menyalurkan dukungan dengan cara yang positif.

"Jika ini dibiasakan atau setiap kekecewaan dilakukan dengan tindakan yang tidak sesuai regulasi, tim yang akan dirugikan. Jangan sampai kena sanksi, jangan sampai kena denda. Kita manajemen juga kecewa sekali walau sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun bukan dengan cara seperti itu melampiaskannya," ujar Ginda, Rabu (25/2) lalu.

Manajemen Persis Solo berharap kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya. Dukungan suporter dinilai sangat penting bagi perjuangan tim di kompetisi. Namun dukungan tersebut diharapkan tetap berjalan dalam koridor aturan yang berlaku.

Sekarang seluruh elemen tim Laskar Sambernyawa harus kembali fokus menghadapi pertandingan berikutnya. Persis Solo dijadwalkan bertandang menghadapi Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Kamis (5/3/2026) malam. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Super League #persis solo #liga 1 #persik kediri #suporter