Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kerusuhan Usai Persijap Jepara vs Persis Solo: Pemain Keluar Stadion Jam 3, Mobil Suporter Dibalik, Bangku Dirusak, hingga perang Petasan dan Batu

Niko auglandy • Jumat, 6 Maret 2026 | 12:38 WIB

Suporter merusak bangku Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persijap Jepara vs Persis Solo, Kamis malam (5/3/2026)
Suporter merusak bangku Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persijap Jepara vs Persis Solo, Kamis malam (5/3/2026)

RADARSOLO.COM - Pertandingan antara Persijap Jepara dan Persis Solo dalam lanjutan Super League Indonesia yang digelar Kamis malam (5/3/2026) di Stadion Gelora Bumi Kartini berakhir tanpa gol.

Namun laga yang berakhir imbang 0-0 itu justru diwarnai kericuhan antarsuporter yang berlanjut hingga luar stadion.

Bentrokan tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas hingga area sekitar dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum serta kendaraan milik suporter.

Ketegangan sebenarnya sudah terlihat sejak awal pertandingan.

Suporter Persis Solo datang cukup banyak ke Jepara untuk mendukung tim kesayangannya dalam laga tandang.

Mereka berangkat menggunakan bus maupun kendaraan pribadi untuk menjalani awayday.

Situasi mulai memanas ketika suporter kedua tim yang berada di tribun Selatan dan VIP—yang jaraknya relatif berdekatan—terlibat aksi saling ejek dan melakukan gestur provokatif secara berulang.
Memasuki babak kedua, suasana semakin sulit dikendalikan.

Adu mulut berubah menjadi aksi saling lempar. Awalnya benda yang dilempar hanya botol plastik, namun kemudian meningkat menjadi petasan yang beberapa kali diarahkan ke arah tribun lawan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat oknum suporter mencopot bangku di stadion dan menjadikannya sebagai bahan lemparan.

Aksi perusakan tersebut memicu emosi yang semakin meluas di dalam stadion.

Setelah pertandingan berakhir, aparat kepolisian masuk ke tribun untuk menenangkan kedua kelompok suporter agar situasi tidak semakin memburuk.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap suporter Persis Solo untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang dibawa.

Untuk mencegah bentrokan lanjutan, pihak kepolisian meminta suporter Persijap lebih dulu meninggalkan stadion. Namun langkah tersebut tidak sepenuhnya meredakan situasi.

Di luar stadion, sebagian suporter dari kedua pihak justru terlibat bentrokan.

Sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Situasi semakin memanas ketika sejumlah suporter Persijap berkumpul di sepanjang jalan hingga menuju lokasi parkir kendaraan suporter tamu di Terminal Jepara.

Di lokasi tersebut, kemarahan massa diluapkan dengan merusak kendaraan milik suporter Persis Solo.

Banyak mobil mengalami kerusakan berat, mulai dari kaca yang pecah hingga badan mobil yang dibalik. Bahkan beberapa fasilitas umum di area terminal juga ikut mengalami kerusakan.

Setelah kondisi di sekitar stadion mulai disterilkan, aparat kemudian mengevakuasi suporter Persis Solo menuju Terminal Jepara.

Namun mereka sempat terkepung selama sekitar dua jam karena massa suporter Persijap masih berada di sekitar lokasi.

Beberapa kali massa mencoba mendekat untuk menyerang, tetapi berhasil dihalau oleh aparat kepolisian menggunakan water cannon serta tembakan gas air mata.

Pihak kepolisian juga menghadapi kesulitan untuk mengeluarkan suporter Persis dari wilayah Jepara. Hampir seluruh jalur utama dipadati massa yang berusaha melakukan pencegatan.

Akhirnya, sekitar pukul 02.00 WIB, rombongan suporter Persis Solo berhasil dievakuasi keluar kota dengan pengawalan ketat dari aparat Brimob dan kepolisian melalui jalur alternatif utara menuju Pati, bukan melalui jalur selatan seperti biasanya.

Situasi tersebut ternyata juga dirasakan oleh para pemain Persis Solo.

Tim yang seharusnya sudah meninggalkan stadion setelah pertandingan selesai sekitar pukul 22.30 WIB, justru baru bisa keluar stadion sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari (6/3/2026).

Hal itu terlihat dari unggahan beberapa pemain Persis di media sosial, seperti Arkhan Kaka, Agung Mannan, hingga Alba yang memperlihatkan mereka masih berada di dalam stadion hingga sekitar pukul 02.00 WIB sambil menunggu situasi benar-benar aman.

Peristiwa tersebut tentu menjadi catatan serius bagi semua pihak.

Insiden ini diharapkan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam pertandingan sepak bola di masa mendatang. 

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #liga 1 indonesia #Super League #persis solo #suporter #ricuh