Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Persis Solo Terancam Dapat Sanksi Berat Karena Ulah Suporter, Ini Respons Manajemen

Antonius Christian • Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:35 WIB

oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).
oknum suporter merusak bangku di Stadion Gelora Bumi Kartini usai laga Persis Solo melawan PersijapJepara, Kamis malam(5/3/2026).

RADARSOLO.COM – Manajemen Persis Solo masih menunggu hasil penyelidikan dari operator liga terkait sejumlah insiden yang terjadi usai pertandingan melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (5/3/2026). 

Hingga kini, klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut memilih menunggu proses investigasi resmi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Direktur Utama Persis Solo Ginda Ferachtriawan mengatakan, pihaknya menghormati proses yang tengah dilakukan operator liga untuk mengusut berbagai kejadian yang terjadi setelah pertandingan.

Menurutnya, semua informasi yang beredar saat ini masih perlu diverifikasi agar kronologi kejadian dapat dipahami secara utuh.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari operator liga. Tentu nanti akan dilihat bagaimana kronologi lengkapnya seperti apa,” ujarnya.

Kendaraan suporter Persis Solo yang dirusak di TerminalJepara.
Kendaraan suporter Persis Solo yang dirusak di TerminalJepara.

Ginda menegaskan, manajemen Persis tidak ingin berspekulasi sebelum ada keputusan resmi. 

Dia menilai setiap insiden dalam pertandingan sepak bola harus ditangani secara objektif agar keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, operator liga memiliki mekanisme tersendiri dalam menelusuri insiden pertandingan. Proses tersebut biasanya melibatkan laporan dari perangkat pertandingan, panitia pelaksana, hingga aparat keamanan yang bertugas di lapangan.

“Kami menghormati proses yang berjalan. Jika nanti ada permintaan klarifikasi atau keterangan dari klub tentu kami siap memberikan,” katanya.

Laga Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis malam (5/3/2026).
Laga Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis malam (5/3/2026).

Selain menunggu hasil penyelidikan, Ginda juga menyoroti beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan perusakan mobil milik suporter Persis. Dalam video tersebut terlihat kendaraan mengalami kerusakan hingga diduga sempat dibalik.

Dia mengaku hingga kini pihak manajemen masih menunggu kejelasan terkait kronologi kejadian tersebut.

Menurutnya, tindakan yang mengarah pada perusakan kendaraan tidak bisa dibenarkan.

“Kalau misalnya kaca mobil pecah mungkin masih bisa dimaklumi kalau itu ulah oknum. Tapi kalau sampai mobil dibalik, tentu ini di luar kewajaran. Itu yang perlu kita ketahui bersama apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Ginda menambahkan, fanatisme dan euforia suporter dalam mendukung tim memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola.

Namun dia berharap dukungan tersebut tetap disalurkan secara tertib dan tidak berujung pada tindakan yang merugikan pihak lain maupun klub.

Dia juga mengingatkan bahwa berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan berpotensi berujung pada sanksi dari operator liga.

Karena itu semua pihak diminta untuk menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Tim tentu membutuhkan dukungan dari suporter. Tapi jangan sampai dukungan itu justru menimbulkan kerugian bagi klub atau bahkan berujung sanksi. Kita semua tentu tidak ingin itu terjadi,” katanya.

Manajemen Persis juga mengimbau para suporter untuk tetap menjaga ketertiban dalam memberikan dukungan kepada tim, baik saat pertandingan kandang maupun tandang.

Sikap dewasa dan tertib dari suporter dinilai menjadi faktor penting agar kompetisi dapat berjalan dengan aman.

Selain itu, Ginda berharap kejadian yang terjadi di Jepara dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola.

“Kami berharap proses penyelidikan ini bisa segera selesai sehingga semuanya menjadi jelas. Harapannya tentu kejadian seperti ini tidak terulang lagi di pertandingan berikutnya,” pungkasnya. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#persijap jepara #liga 1 indonesia #Super League #persis solo #suporter #ricuh