Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Cuaca Ekstrem, BPBD Solo Siagakan Tim Reaksi Cepat, Ini Daerah yang Harus Diwaspadai

Silvester Kurniawan

Seorang pejalan kaki sedang menikmati cuaca cerah Minggu pagi (9/11). (Arief Budiman/Radar Solo)
Seorang pejalan kaki sedang menikmati cuaca cerah Minggu pagi (9/11). (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo menyiagakan tim reaksi cepat dan mengintensifkan pengawasan di wilayah bantaran sungai. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem di masa pancaroba.


Advertisement

Kepala BPBD Kota Surakarta, Niko Agus Putranto, mengatakan seluruh jajaran BPBD dan jaringan relawan kebencanaan di tingkat kelurahan telah bersiaga 24 jam. Pihaknya mewaspadai peralihan musim dari kemarau ke penghujan yang berpotensi memunculkan fenomena cuaca ekstrem.

“Semua personel, mulai dari relawan di wilayah hingga jajaran BPBD, siaga 24 jam untuk menghadapi potensi bencana yang bisa muncul sewaktu-waktu,” ujarnya, Minggu (9/11).

Advertisement

BPBD juga menyiapkan seluruh sarana dan prasarana pendukung, termasuk logistik, perlengkapan, serta tim reaksi cepat (TRC) yang siap diterjunkan ke lokasi kejadian kapan pun dibutuhkan.

“Begitu ada laporan masuk, tim langsung bisa meluncur ke lapangan. Selain itu, setiap kali hujan berlangsung lebih dari 30 menit, tim monitoring juga berpatroli ke wilayah aliran sungai untuk mengantisipasi banjir atau genangan,” jelas Niko.

Advertisement

Bentuk kewaspadaan tersebut mencakup potensi bencana pohon tumbang, banjir, genangan air, hingga longsor tebing sungai.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi (BMKG) Kelas II Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seiring intensitas hujan yang mulai meningkat di sejumlah daerah Jawa Tengah.

“Waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Dampaknya bisa berupa banjir, longsor, pohon tumbang, hingga genangan air,” terang Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Semarang, Arif N. (ves/bun)

Advertisement

Artikel Terkait

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Gubernur: Respon Harus Cepat

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Gubernur: Respon Harus Cepat

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah sebagai “minimarket bencana”. Hingga 30 Agustus tercatat 615 kejadian kebakaran.

Angin Ribu Terjang Kecamatan Jumapolo, Atap Rumah Warga hingga Masjid Rusak

Angin Ribu Terjang Kecamatan Jumapolo, Atap Rumah Warga hingga Masjid Rusak

Sejumlah rumah dan fasilitas umum di Jumapolo, Karanganyar rusak diterjang angin ribut, Rabu (21/10/2026) sore.

Cuaca Terik Terasa Ekstrem, Dinkes Klaten Ingatkan Warga Jaga Asupan Cairan hingga Wajib Gunakan Masker

Cuaca Terik Terasa Ekstrem, Dinkes Klaten Ingatkan Warga Jaga Asupan Cairan hingga Wajib Gunakan Masker

Warga diimbau mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan. Pasalnya, aktivitas berat dalam kondisi panas dapat memicu peningkatan kebutuhan kalori dan cairan tubuh secara drastis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer