Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Legislator DPRD Kota Solo Tuding Sekwan Boros Anggaran

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
DIKEBUT: Gedung sekretariat DPRD Kota Solo tengah dalam proses pembangunan ulang.   
DIKEBUT: Gedung sekretariat DPRD Kota Solo tengah dalam proses pembangunan ulang.  

RADARSOLO.COM – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Solo Suharsono melontarkan kritik pedas terhadap manajemen internal di lembaganya sendiri. Ia menuding tata kelola aset dan kegiatan di Sekretariat DPRD (Sekwan) Solo saat ini tidak efisien, memboroskan anggaran, hingga berpotensi memicu dugaan kolusi dalam kerja sama pihak ketiga.


Advertisement

Sorotan utama tertuju pada tumpukan kendaraan dinas yang dinilai berlebihan. Saat ini, DPRD tercatat menguasai empat unit Toyota Avanza dan empat unit Toyota Hiace--masing-masing kombinasi unit lama dan baru. Ironisnya, permohonan agar mobil lama ditarik oleh BPKAD guna menekan biaya perawatan justru diabaikan.

“Jumlah kendaraan operasional ini sudah berlebihan dan tidak efisien. Kami sudah minta mobil lama dikembalikan karena boros biaya pemeliharaan, tapi sampai sekarang belum ditarik. Malah ada mobil listrik yang dikirim tanpa diminta dan peruntukannya tidak jelas,” ujar Suharsono, Senin (19/1).

Suharsono juga menyoroti tiga unit mobil dinas mantan wakil ketua DPRD yang kini hanya menjadi “pajangan" atau mangkrak di kantor usai dikembalikan.

Advertisement

Menurutnya, kondisi aset yang ndongkrong tanpa pemanfaatan tersebut adalah bukti nyata bahwa perencanaan kebutuhan barang milik daerah di lingkungan Sekwan tidak matang.

Tak hanya soal fisik kendaraan, integritas pengelolaan anggaran kegiatan juga disoal. Suharsono mencium adanya ketidakwajaran dalam penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) DPRD.

Ia membeberkan bahwa selama lima tahun berturut-turut, proyek pengembangan SDM tersebut selalu "jatuh" ke tangan lembaga yang sama, yakni LPSDM Untag Semarang.

Advertisement

“Kerja sama yang terus-menerus dengan institusi yang sama tanpa ada evaluasi atau rotasi itu patut dipertanyakan. Mestinya berganti dengan lembaga lain. Jika pola ini terus berulang, jangan salahkan jika muncul dugaan kolusi,” tegas politikus senior tersebut.

Menutup autokritiknya, Suharsono mendesak wali kota Solo segera menerbitkan standar harga satuan (SHS) khusus untuk pemeliharaan kendaraan teknologi baru seperti mobil listrik dan hibrida. Ia menilai penggunaan SHS kendaraan konvensional untuk mobil listrik justru menciptakan celah inefisiensi anggaran.

“Kendaraan teknologi baru harus punya SHS tersendiri agar biaya pemeliharaan presisi dan tidak membebani APBD secara serampangan,” pungkasnya.

Kritik internal ini menjadi alarm bagi Sekretaris DPRD selaku pengguna anggaran untuk segera melakukan pembenahan administrasi dan transparansi sebelum menjadi temuan pemeriksaan auditor di kemudian hari. (atn/bun)

Advertisement
Editor : Niko Auglandy

Artikel Terkait

Lama Tak Punya Kursi, Demokrat Solo Mulai Susun Langkah Comeback di Pemilu 2029

Lama Tak Punya Kursi, Demokrat Solo Mulai Susun Langkah Comeback di Pemilu 2029

Demokrat Solo menyiapkan konsolidasi kader, penguatan struktur, dan program aksi masyarakat untuk mengembalikan eksistensi partai serta membidik kursi DPRD pada Pemilu 2029.

Tunggakan Stadion Manahan Capai Rp 3,21 Miliar, Persis Solo Janji Bisa Lunas Bulan Depan

Tunggakan Stadion Manahan Capai Rp 3,21 Miliar, Persis Solo Janji Bisa Lunas Bulan Depan

Persis Solo optimistis tunggakan sewa Stadion Manahan Rp 3,21 miliar bisa lunas November 2026. Ginda Ferachtriawan juga menjelaskan alasan direksi absen dalam RDP DPRD Solo.

Gebrak Meja di Rapat Persis Solo, DPRD Ultimatum Manajemen untuk Bayar Tunggakan: Angkanya Cukup Fantastik

Gebrak Meja di Rapat Persis Solo, DPRD Ultimatum Manajemen untuk Bayar Tunggakan: Angkanya Cukup Fantastik

Komisi IV DPRD Solo memberi Persis tenggat hingga akhir Desember 2026 untuk melunasi tunggakan sewa Stadion Manahan Rp 3,21 miliar. Jika gagal, pemanfaatan stadion terancam dievaluasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer