Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bersiap Perang Sarung, 32 Remaja Diamankan Tim Sparta di Jebres

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯

Puluhan remaja yang hendak perang sarung di belakang RS Dr. Oen Jebres diamankan di Mapolresta Solo, Jumat (20/2/2026) malam.
Puluhan remaja yang hendak perang sarung di belakang RS Dr. Oen Jebres diamankan di Mapolresta Solo, Jumat (20/2/2026) malam.


Advertisement

RADARSOLO.COM– Tim Sparta Satuan Samapta berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran perang sarung yang melibatkan puluhan remaja di belakang RS Dr. Oen Jebres, Jumat (20/2/2026) malam.

Sebanyak 32 remaja yang rata-rata masih berusia belasan tahun diamankan sebelum perang sarung pecah dan menimbulkan korban luka.

Respons Cepat Call Center Tim Sparta

Advertisement

Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Edi Sukamto menjelaskan, masyarakat yang resah mengadu ke layanan Call Center WhatsApp di nomor 0811-2957-110.

Warga melaporkan adanya kerumunan remaja yang mencurigakan di area sepi belakang rumah sakit.

"Begitu menerima informasi, Tim Sparta langsung merespons ke lokasi. Mengetahui kehadiran petugas, para remaja ini sempat berupaya kabur. Namun tim berhasil melakukan pengejaran hingga mengamankan 32 orang," ujar Kompol Edi, Sabtu (21/2/2026).

Advertisement

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan rencana tawuran, antara lain:

  • 10 lembar sarung yang sudah dipersiapkan.
  • Dua buah petasan jenis Happy Flower.
  • Satu unit speaker dan mikrofon.
  • 14 unit ponsel dan 15 unit sepeda motor milik para pelaku.

Pembinaan dan Efek Jera bagi Residivis

Setelah diamankan, para remaja dibawa ke Mapolresta Solo untuk diproses oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Kasat Res PPA Kompol Ratna Karlina Sari menegaskan, sebagian besar anak dikembalikan kepada orang tua setelah membuat surat pernyataan dengan saksi ketua RT setempat.

Namun, terdapat pengecualian bagi satu remaja yang diketahui pernah terlibat kasus serupa sebelumnya.

"Ada satu anak yang kembali diamankan dalam kasus yang sama. Untuk memberikan efek jera, yang bersangkutan belum diperkenankan pulang dan akan menjalani pembinaan lebih lanjut," tegas Kompol Ratna.

Pesan untuk Orang Tua: Awasi Anak Saat Malam Hari

Polresta Solo sangat menyayangkan tradisi permainan sarung yang kini kerap berkembang menjadi aksi kekerasan dan tawuran.

Orang tua diimbau untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari dan menjelang waktu sahur.

"Kami mengajak seluruh orang tua untuk aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan biarkan kegiatan yang awalnya dianggap permainan berubah menjadi tindakan pidana yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," pungkas Ratna. (atn)

Advertisement
Editor : Tri wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com

Artikel Terkait

Mengamuk di Kamar Kos, Pemuda Solo Sembunyikan Diduga Sinte di Kloset

Mengamuk di Kamar Kos, Pemuda Solo Sembunyikan Diduga Sinte di Kloset

Pemuda 21 tahun di Gilingan, Solo, diamankan setelah mengamuk di kamar kos. Polisi menemukan tembakau diduga sintetis dan menyerahkan kasus ke Satresnarkoba.

Kepergok Curi Motor di Manahan, Pria Asal Palembang Dikepung Massa

Kepergok Curi Motor di Manahan, Pria Asal Palembang Dikepung Massa

Pria asal Palembang diduga hendak mencuri motor warga di Manahan, Solo. Kepergok pemilik, ia gagal kabur dan diamankan warga sebelum diserahkan kepada polisi.

Bikin Gaduh Warga, Penghuni Kontrakan Nyaris Dimassa

Bikin Gaduh Warga, Penghuni Kontrakan Nyaris Dimassa

Tim Sparta Polresta Solo meredam kemarahan warga Pasar Kliwon terhadap penghuni kontrakan yang disebut berulang kali membuat kegaduhan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer