Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Solo–Sukoharjo Ambrol, Separuh Badan Jalan Tergerus

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
MEMBAHAYAKAN: Kondisi di ruas Jalan Joko Tingkir ambrol. Situasinya kini semakin melebar, dan perlu penanganan agar tak membahayakan pengendara dan masyarakat. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)
MEMBAHAYAKAN: Kondisi di ruas Jalan Joko Tingkir ambrol. Situasinya kini semakin melebar, dan perlu penanganan agar tak membahayakan pengendara dan masyarakat. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Kerusakan serius terjadi di ruas Jalan Joko Tingkir. Hampir separuh jalan penghubung antara Kota Bengawan dan Kabupaten Sukoharjo ambrol. Kerusakan sendiri terjadi di sisi barat, tepat di atas saluran air. Tanah dibawah jalan juga terlihat longsor.  Sebuah tiang utilitas bahkan terlihat miring dan sebagian sudah jatuh ke aliran sungai, dengan kabel masih menggantung.

Upaya pengamanan sementara sudah dilakukan dengan memasang water barrier dan garis pembatas. Sejumlah ban bekas juga diletakkan di sekitar lokasi sebagai penanda bahaya. Namun kondisi tersebut dinilai belum cukup, mengingat arus kendaraan di jalur tersebut tergolong padat.

Salah seorang warga sekitar, Sumarni, 45, yang sehari-hari berjualan gorengan di kawasan tersebut mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi cukup lama. Bahkan, menurutnya kondisi terus memburuk dari hari ke hari.

Advertisement

“Awalnya tidak separah sekarang. Tapi karena belum ada perbaikan, lama-lama makin ambrol. Sekarang sudah makan hampir setengah jalan,” ujarnya, Selasa (7/4).

Dia menuturkan, peristiwa ambrol pertama kali terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Saat itu terdengar suara keras yang sempat dikira hanya benda jatuh biasa.

Advertisement

“Saya kira cuma papan reklame yang roboh. Ternyata setelah dilihat, jalannya ikut ambrol. Kejadiannya cepat sekali,” katanya.

Sumarni juga mengungkapkan, sempat terjadi gangguan jaringan internet di sekitar lokasi karena salah satu tiang kabel ikut terdampak. Meski kini jaringan sudah kembali normal, kondisi jalan yang rusak masih menjadi kekhawatiran.

“Takutnya kalau dibiarkan, bisa tambah parah. Apalagi banyak kendaraan besar lewat sini,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Budi Santoso, 52, seorang relawan pengatur lalu lintas di kawasan tersebut. Dia menyebut kerusakan jalan berdampak langsung terhadap kelancaran arus kendaraan, terutama sejak masa arus mudik Lebaran.

“Kalau pagi dan sore sering macet karena jalannya menyempit. Kendaraan besar juga tetap lewat, jadi harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Idgitaf Singgung Banjir hingga Karhutla di AMI Awards 2026, Soroti Restorasi dan Akuntabilitas

Idgitaf Singgung Banjir hingga Karhutla di AMI Awards 2026, Soroti Restorasi dan Akuntabilitas

Idgitaf menyampaikan keresahan tentang banjir, longsor, dan karhutla di AMI Awards 2026. Ia menekankan pentingnya restorasi lingkungan dan akuntabilitas bagi masyarakat terdampak bencana.

Kejar Waktu Sebelum Puncak Hujan Desember, BPBD Boyolali Kebut Normalisasi Sungai di Ngemplak dan Wonosegoro

Kejar Waktu Sebelum Puncak Hujan Desember, BPBD Boyolali Kebut Normalisasi Sungai di Ngemplak dan Wonosegoro

Saluran air yang sempit ditangani dengan ekskavator berdimensi sedang agar manuver pengerukan optimal, sedangkan bentang sungai yang lebar ditangani armada berkapasitas besar.

Status Tanggap Darurat Kekeringan Wonogiri Diperpanjang hingga 10 November

Status Tanggap Darurat Kekeringan Wonogiri Diperpanjang hingga 10 November

Intensitas dan frekuensi hujan di Wonogiri belum cukup untuk memulihkan sumber air yang mengering selama musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer