Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Solo Genjot Event Tanpa APBD, Anggaran Dialihkan ke Program Prioritas

Silvester Kurniawan

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Event Mangkunegaran Run.
Event Mangkunegaran Run.

RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mulai mengubah strategi penyelenggaraan berbagai agenda kota. Ke depan, semakin banyak event akan digelar tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga anggaran pemerintah dapat difokuskan untuk membiayai program-program yang lebih mendesak.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, pola kolaborasi dengan pihak swasta dan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperluas agar penyelenggaraan event tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah.

Salah satu contoh yang akan diterapkan adalah penyelenggaraan Suaraga di Taman Balekambang pada 4–5 Juli mendatang.

"Ke depan akan kami maksimalkan penyelenggaraan event seperti ini tanpa menggunakan APBD," kata Respati, Minggu (28/6).

Menurutnya, skema tersebut bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi juga upaya membangun ekosistem penyelenggaraan event yang lebih mandiri. Dengan semakin banyak pihak swasta terlibat, Kota Solo diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak agenda berskala regional maupun nasional tanpa bergantung pada pembiayaan pemerintah.

Respati menilai, kolaborasi tersebut juga akan membuka ruang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk memasarkan produknya sekaligus memperkuat citra Solo sebagai kota penyelenggara berbagai event.

"Akan banyak potensi lokal yang kita kenalkan, banyak UMKM yang ikut terlibat, dan yang paling penting ini bisa meningkatkan branding Kota Solo sehingga pelaku ekonomi kreatif daerah ikut tumbuh," ujarnya.

Di sisi lain, pengurangan penggunaan APBD untuk kegiatan seremonial diharapkan membuat ruang fiskal pemerintah semakin longgar sehingga anggaran dapat diarahkan untuk membiayai sektor yang lebih prioritas, seperti pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari DPRD Kota Surakarta. Anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sekar Tandjung, menilai langkah Pemkot menjadi strategi yang tepat selama kualitas penyelenggaraan event tetap terjaga dan manfaat ekonominya dirasakan masyarakat.

"Kami mendukung penyelenggaraan event tanpa menggunakan APBD. Dengan begitu, anggaran daerah bisa lebih difokuskan untuk membiayai program-program yang lebih prioritas," ujar politisi Partai Golkar tersebut. (ves)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Keluhan MinyaKita "Rasa" Minyak Tanah Semakin Meluas di Solo Raya, Terbaru Dirasakan Warga Tanon Sragen

Keluhan MinyaKita "Rasa" Minyak Tanah Semakin Meluas di Solo Raya, Terbaru Dirasakan Warga Tanon Sragen

MinyaKita berbau minyak tanah menjadikan masakan terasa aneh dan apek. Bikin tenggorokan serak sampai batuk

Bobol Rumah di Masaran Sragen, Spesialis Curat Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Bobol Rumah di Masaran Sragen, Spesialis Curat Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Pelarian OSN berakhir di wilayah kabupaten tetangga. Pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB, personel Polsek Kerjo mengamankan seorang pria karena diduga terlibat pencurian komponen mobil di wilayah Karanganyar.

Korsleting Listrik Bakar Kandang di Simo Boyolali, 2.500 Ekor Bebek Mati Terpanggang

Korsleting Listrik Bakar Kandang di Simo Boyolali, 2.500 Ekor Bebek Mati Terpanggang

Kandang bebek di Simo Boyolali ludes terbakar Minggu (28/6) dini hari. 2.500 ekor ternak mati, kerugian capai Rp100 juta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer