Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Solo Gandeng Ormas Percepat Penanganan Masalah Sosial

Silvester Kurniawan
Pemkot bergandeng tangan dengan ormas-ormas di Solo untuk membangun Kota Solo. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Pemkot bergandeng tangan dengan ormas-ormas di Solo untuk membangun Kota Solo. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memperkuat kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Sebanyak 45 ormas dilibatkan dalam rapat koordinasi yang digelar Satpol PP Kota Solo di Gedung Sekretariat Bersama, Kamis (16/7/2026).

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan, ormas memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sekaligus menjadi ujung tombak edukasi dan pembinaan masyarakat.

Advertisement

"Kegiatan ini sangat penting karena menjadi wadah komunikasi dan sinergi antara pemerintah kota dengan organisasi masyarakat. Peran ormas sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai ujung tombak sosialisasi, edukasi, dan pembinaan kepada masyarakat. Dengan kolaborasi ini, berbagai persoalan sosial dapat ditangani dengan lebih efisien," ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut mengusung tema "Penguatan Peran Strategis Ormas dalam Mendukung Pembangunan Kota Surakarta yang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan." Forum itu menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Solo.

Advertisement

Salah satu organisasi yang hadir, Diwa Foundation, memaparkan kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan warga kurang mampu. Yayasan tersebut lahir dari pengalaman pribadi pendirinya, Diah Warih Anjari, yang kemudian mendorong lahirnya gerakan sosial untuk membantu kelompok rentan.

Dalam kesempatan itu, Diah juga menyatakan komitmennya untuk membantu perbaikan rumah salah satu warga Solo. Ia berharap langkah tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta sehingga manfaatnya semakin luas.

"Bedah rumah itu menggunakan dana pribadi saya. Tetapi akan lebih baik jika dilakukan bersama Pemerintah Kota Solo agar manfaatnya bisa lebih besar," kata Diah.

Pemkot Surakarta berharap sinergi dengan organisasi masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penanganan persoalan di tingkat akar rumput dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hadapi Grup Neraka Liga 2, Ricky Nelson Tanamkan Mental Pantang Takut di Persis Solo

Hadapi Grup Neraka Liga 2, Ricky Nelson Tanamkan Mental Pantang Takut di Persis Solo

Grup Timur diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif musim ini. Sejumlah klub merupakan langganan kasta tertinggi sepak bola Indonesia, seperti Persipura Jayapura, PS Barito Putera, hingga Persela Lamongan

Bikin Ratusan Biopori, Gadis asal Gesi Sragen Ini Raih Kalpataru Yuvan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Bikin Ratusan Biopori, Gadis asal Gesi Sragen Ini Raih Kalpataru Yuvan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Marsella Wahyu Mutia, remaja asal Gesi, Sragen berhasil raih Kalpataru Yuvan dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Pengadaan Seragam Sekolah Rp 4,1 M, Pemkab Sragen Terapkan Mekanisme Baru

Pengadaan Seragam Sekolah Rp 4,1 M, Pemkab Sragen Terapkan Mekanisme Baru

Disdikbud Sragen bakal terapkan sistem mini kompetisi melalui e-katalog dalam pengadaan seragam gratis bagi siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer