Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidak SDN Bororejo, DPRD Temukan 7 Rumah Dinas hingga Gedung PGRI Mangkrak

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Salah satu rumah dinas yang mangkrak disorot DPRD Solo. (A Christian/Radar Solo)
Salah satu rumah dinas yang mangkrak disorot DPRD Solo. (A Christian/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Tujuh rumah dinas, lahan parkir luas, hingga gedung PGRI yang mangkrak menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Solo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SD Negeri Bororejo, Jagalan.

Sejumlah aset di lingkungan sekolah tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. DPRD mendorong penataan dan revitalisasi agar fasilitas yang tersedia benar-benar mendukung kegiatan pendidikan sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan, SDN Bororejo sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Namun, kemanfaatan sejumlah aset tersebut belum maksimal.

”Kami ke SD Negeri Bororejo di daerah Jagalan. Di sini sebenarnya ada cukup banyak fasilitas yang dimiliki SD, tetapi kemanfaatannya masih belum optimum,” ujar Sugeng.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah tujuh rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah. Menurut Sugeng, fasilitas tersebut semestinya dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, termasuk kebutuhan guru maupun aktivitas sekolah.

Namun, dari hasil pemantauan, tidak seluruh rumah dinas saat ini dimanfaatkan untuk kebutuhan yang berkaitan langsung dengan SDN Bororejo.

DPRD juga menyoroti lahan parkir yang cukup luas. Area tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat. Menurut Sugeng, perlu ada penataan dan pola pengelolaan yang jelas agar aset tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar bagi sekolah.

”Juga ada ruang parkir yang cukup luas, yang saat ini dimanfaatkan masyarakat. Kemudian ada gedung PGRI yang sudah mangkrak dan tidak dimanfaatkan lagi,” jelasnya.

Kondisi gedung PGRI yang tidak lagi digunakan turut menjadi catatan. DPRD menilai seluruh fasilitas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sarana penunjang sekolah.

Sugeng mengatakan, revitalisasi aset tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan. Optimalisasi fasilitas juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sekaligus menarik minat masyarakat di tengah persaingan mendapatkan peserta didik.

Advertisement

Artikel Terkait

Urus Sertifikasi Halal Ditodong Rp 8 Juta, UMKM Di Solo Menjerit

Urus Sertifikasi Halal Ditodong Rp 8 Juta, UMKM Di Solo Menjerit

Ketua Paguyuban UMKM Solo Raya Iman Buhairi Santoso mengaku ada anggotanya yang ditarik Rp 5 juta-Rp 8 juta untuk mengurus sertifikasi halal.

Tengkleng Bakar Bambu Kreasi The Sunan Hotel Solo, Cita Rasanya Lebih Nendang

Tengkleng Bakar Bambu Kreasi The Sunan Hotel Solo, Cita Rasanya Lebih Nendang

The Sunan Hotel Solo membuat kreasi menu tengkleng bakar bambu untuk memanjakan lidah tamu.

Pemadaman Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Kuras Anggaran Belanja Tidak Terduga Rp2 Miliar

Pemadaman Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Kuras Anggaran Belanja Tidak Terduga Rp2 Miliar

Pemkot Solo juga berupaya mengajukan permohonan alokasi Dana Siap Pakai (DSP) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer