Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daging Anjing di Solo Mulai Beralih Dijual Sembunyi-Sembunyi via Online

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Pemilik anjing antre untuk mendapatkan vaksin rabies di Solo. (M Ihsan/Radar Solo)
Pemilik anjing antre untuk mendapatkan vaksin rabies di Solo. (M Ihsan/Radar Solo)

Advertisement

SOLO, Radar Solo – Perdagangan daging anjing di Kota Solo dinilai belum sepenuhnya teratasi. Meski Pemkot Surakarta telah menerbitkan surat edaran terkait peredaran dan konsumsi daging anjing, praktik tersebut disebut masih berlangsung secara tersembunyi, termasuk melalui platform daring.

Persoalan itu menjadi salah satu sorotan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Regulasi yang tengah dimatangkan DPRD Kota Solo tersebut diharapkan tidak hanya mengatur sektor peternakan, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat serta pengawasan lalu lintas hewan.

Koordinator Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Mustika mengapresiasi langkah DPRD Solo yang memasukkan aspek kesehatan masyarakat dalam Raperda. Menurutnya, perdagangan daging anjing menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kami sangat mengapresiasi DPRD dan perda yang sudah dibuat di Kota Solo. Karena Solo menjadi kekhawatiran kami nomor satu terkait perdagangan daging anjing dan kucing yang mulai merebak,” ujar Mustika.

Mustika mengatakan, Pemkot Solo sebelumnya telah menerbitkan surat edaran untuk mengatur persoalan tersebut. Namun, keberadaan SE dinilai belum cukup menghentikan praktik perdagangan karena sebagian pedagang disebut mengubah pola penjualan menjadi lebih tertutup.

Advertisement

“Dari SE ini tidak bisa menanggulangi pedagang yang masih tetap nekat berjualan. Bahkan mereka beralih menjadi bisnis online dan memakai cara yang lebih tersembunyi,” ungkapnya.

Karena itu, DMFI mendorong agar Raperda memuat ketentuan dan sanksi yang lebih tegas. Sanksi dinilai diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah perdagangan dilakukan kembali secara sembunyi-sembunyi.

Menurut Mustika, persoalan perdagangan daging anjing tidak hanya menyangkut konsumsi, tetapi juga aspek kesehatan masyarakat dan citra pariwisata Solo.

“Perdagangan ini tidak hanya soal konsumsi, tetapi juga berisiko bagi ekonomi Kota Surakarta. Kita mengharapkan pendatang dari kota lain hadir untuk pariwisata maupun kuliner, tetapi mereka akan menjadi waswas karena perdagangan daging anjing,” katanya.

Mustika juga menyinggung hasil investigasi yang dilakukan pihaknya. Dia mengklaim menemukan pedagang yang secara terbuka menjual jenis daging lain, tetapi tetap menyediakan olahan daging anjing secara tersembunyi bagi konsumen tertentu.

Advertisement

Artikel Terkait

Keluhkan Gatal Usai Santap MBG, 5 Siswa SMPN di Selo Boyolali Kembali Dirujuk ke Puskesmas

Keluhkan Gatal Usai Santap MBG, 5 Siswa SMPN di Selo Boyolali Kembali Dirujuk ke Puskesmas

Hingga Jumat siang, tiga siswi dilaporkan masih terbaring dan menjalani perawatan inap di Puskesmas Selo.

34 Murid SMP di Selo Boyolali Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Gebyok Di-suspend

34 Murid SMP di Selo Boyolali Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Gebyok Di-suspend

Ketuga Satgas MBG Boyolali mengimbau agar seluruh pengelola SPPG disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dari hulu ke hilir.

Puluhan Murid SMP di Selo Boyolali Diduga Keracunan MBG: Ada yang Gatal-Gatal hingga Rawat Inap

Puluhan Murid SMP di Selo Boyolali Diduga Keracunan MBG: Ada yang Gatal-Gatal hingga Rawat Inap

Makanan yang dikonsumsi para siswa disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gebyok, Kecamatan Selo. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer