Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Klaim Pegang SHP, Sekber Ahli Waris Diminta Stop

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Panggung penolakan pendirian sekber di lahan Taman Sriwedari. (A Christian/Radar Solo)
Panggung penolakan pendirian sekber di lahan Taman Sriwedari. (A Christian/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Sengketa lahan Sriwedari kembali memanas. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menegaskan kawasan tersebut merupakan aset Pemkot Surakarta dan meminta pihak yang memasukkan material maupun berencana melakukan pembangunan menghentikan aktivitas tanpa izin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo Budi Murtono mengatakan, Pemkot telah menyampaikan sikap tersebut kepada pihak yang sebelumnya memasukkan sejumlah material ke kawasan Sriwedari.

Menurut Budi, Pemkot memiliki dasar kepemilikan berupa sertifikat Hak Pakai (SHP) atas lahan Sriwedari.

“Jadi Sriwedari itu kita sudah menyampaikan kepada pihak-pihak yang kemarin memasukkan beberapa material ke sana bahwa tanah Sriwedari itu adalah milik Pemkot Solo. Kita sudah punya bukti kepemilikannya, sertifikat HP-nya sudah ada,” kata Budi.

Atas dasar itu, Pemkot meminta tidak ada aktivitas pembangunan maupun kegiatan lain di kawasan Sriwedari tanpa izin pemerintah daerah.

Advertisement

“Kita minta mereka untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar sana tanpa ada izin dari Pemerintah Kota Surakarta,” tegasnya.

Budi mengatakan, dinas terkait juga telah melayangkan surat kepada pihak yang memasukkan material ke lokasi. Surat tersebut berisi permintaan penghentian aktivitas sekaligus meminta material yang telah dibawa ke kawasan Sriwedari diambil kembali.

“Dari Dinas Pariwisata sudah memberikan surat kepada mereka untuk menghentikan dan meminta untuk mereka mengambil kembali barang-barang yang sudah mereka masukkan di sana,” ujarnya.

Sikap Pemkot tersebut disampaikan setelah perwakilan ahli waris Sriwedari berencana mendirikan Sekretariat Bersama (Sekber) ahli waris di salah satu titik kawasan Sriwedari.

Rencana pembangunan Sekber itu kemudian mendapat penolakan dari pihak lain. Di lokasi yang hendak digunakan, telah berdiri panggung untuk kegiatan seni dan budaya.

Advertisement

Artikel Terkait

Pabrik Pakaian Dalam Langganan Triumph dan Victoria's Secret di Boyolali PHK 261 Karyawan

Pabrik Pakaian Dalam Langganan Triumph dan Victoria's Secret di Boyolali PHK 261 Karyawan

Skema PHK ini pada dasarnya bersifat sementara. Apabila kuota pesanan kembali normal di kemudian hari, para pekerja memiliki peluang untuk dipanggil kembali.

Kronologi Gegeran Warga dengan Kades Kaligentong Boyolali selama 3 Tahun dan Akhirnya Damai

Kronologi Gegeran Warga dengan Kades Kaligentong Boyolali selama 3 Tahun dan Akhirnya Damai

Kades Kaligentong Slamet Sunardi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas polemik dan persepsi fitnah yang dirasakan oleh warganya.

Kemarau Bawa Berkah Bagi Petani Tembakau Boyolali: Daun Lebih Tebal dan Kualitas Panen Meningkat

Kemarau Bawa Berkah Bagi Petani Tembakau Boyolali: Daun Lebih Tebal dan Kualitas Panen Meningkat

Mengandalkan terik matahari di dataran rendah, rajangan daun tembakau rata-rata sudah garing renyah pada pukul 13.30 WIB dengan durasi pengeringan sekitar 4 hingga 5 jam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer