Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ompreng Disegel 360 Derajat, Mendag Apresiasi SPPG Semanggi 2

Silvester Kurniawan
Menteri Pedagangan Budi Santoso kunjungi SPPG Semanggi 2. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)
Menteri Pedagangan Budi Santoso kunjungi SPPG Semanggi 2. (Silvester Kurniawan/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM — Keamanan pangan menjadi perhatian dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semanggi 2, Pasar Kliwon. Sejumlah teknologi digunakan untuk memastikan makanan tetap aman sejak selesai diporsikan hingga diterima penerima manfaat.

Teknologi tersebut antara lain bilik sinar ultraviolet (UV), ruang chiller, hingga mesin sealer yang menyegel ompreng hingga 360 derajat. Sistem pengemasan itu mendapat apresiasi dari Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso saat melakukan kunjungan kerja di Solo, Senin (21/9).

Dalam kunjungannya, Budi meninjau langsung proses pengemasan makanan di SPPG Semanggi 2. Ia melihat penggunaan mesin penyegel sebagai salah satu upaya menjaga makanan selama proses distribusi.

Selain penyegelan, Budi mengapresiasi sistem pelabelan yang diterapkan SPPG. Label tersebut memuat informasi batas maksimal konsumsi makanan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Menurutnya, penyegelan dapat mengurangi risiko makanan tumpah maupun masuknya benda atau bahan yang tidak diinginkan selama distribusi. Ia mendorong penerapan sistem serupa di SPPG lainnya.

Advertisement

“Jadi setelah dimasukkan, disegel. Ini untuk menjamin bahwa ompreng ini dari mulai dimasukkan sampai dikonsumsi anak-anak tetap sehat,” kata Budi.

Kepala SPPG Semanggi 2 Diansari Kusumadewi menjelaskan, proses pengemasan dilakukan melalui beberapa tahapan. Setelah makanan selesai diporsikan, ompreng melewati bilik sinar UV yang berada di jalur conveyor. Setelah itu, ompreng ditutup dan disegel menggunakan mesin.

“Di konveyor kami itu ada bilik sinar UV. Jadi setelah diporsikan, makanan-makanan disinari UV sebelum ditutup omprengnya. Setelah ditutup, kami ada mesin sealer,” jelasnya.

Penyegelan dilakukan secara menyeluruh hingga 360 derajat. Dengan sistem tersebut, kemasan tidak mudah terbuka selama proses distribusi.

Diansari menegaskan, makanan dengan segel yang rusak saat diterima penerima manfaat tidak boleh dikonsumsi. Ompreng harus dikembalikan ke SPPG untuk ditangani lebih lanjut.

Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Sragen Sebut Anggaran Kecamatan Habis untuk Operasional Ketimbang Pelayanan

DPRD Sragen Sebut Anggaran Kecamatan Habis untuk Operasional Ketimbang Pelayanan

Pola penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat kecamatan yang dinilai tidak efektif dan efisien.

Perbaikan Jalan Sukowati Sragen Dimulai: Hati-hati Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Perbaikan Jalan Sukowati Sragen Dimulai: Hati-hati Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Dampak dari aktivitas konstruksi ini memaksa sebagian lajur jalan ditutup sementara. Arus kendaraan dialihkan serta disempitkan menjadi satu lajur untuk dua arah secara bergantian pada sisi jalan yang dibuka.

Kejar Target 3.000 Pelanggan Baru, PDAM Sragen Pangkas Biaya Pasang Jadi Rp850 Ribu

Kejar Target 3.000 Pelanggan Baru, PDAM Sragen Pangkas Biaya Pasang Jadi Rp850 Ribu

program keringanan biaya ini dihadirkan guna memberikan kemudahan finansial bagi masyarakat sekaligus guna merealisasikan target penambahan sambungan pelanggan baru yang dipatok sebanyak 2.500 hingga 3.000 pelanggan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer