Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Macet, Drainase Kandang Sapi Diperbaiki hingga November

Silvester Kurniawan
Pembangunan drainase di Kandang Sapi. (Kumala Triswandaru/Radar Solo)
Pembangunan drainase di Kandang Sapi. (Kumala Triswandaru/Radar Solo)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Perbaikan gorong-gorong di kawasan Simpang Kandang Sapi, Jebres, berdampak pada arus lalu lintas di sekitarnya. Pemkot Solo memberlakukan pengalihan arus untuk mendukung pekerjaan rehabilitasi saluran drainase tersebut.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo Andri Wahyudi mengatakan, pengalihan arus telah memasuki pekan kedua. Kendaraan roda dua dan roda empat maupun kendaraan berat diarahkan melalui jalur alternatif sesuai tujuan perjalanan.

“Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah barat ataupun utara yang hendak ke Karanganyar kita arahkan lewat Simpang Panggung via Jalan. Brigjen Kolonel Sutarto. Kalau yang hendak ke Sukoharjo (dari Simpang Panggung, Red) bisa lurus via Jalan. Urip Sumoharjo–Jalan. Juanda–kawasan Pasar Kliwon,” kata Andri, Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, kendaraan berat seperti truk bermuatan dan bus besar diarahkan ke utara dari Simpang Kandang Sapi menuju kawasan Mojosongo. Kendaraan yang hendak menuju Karanganyar dan Sragen maupun wilayah selatan seperti Sukoharjo dan Wonogiri diarahkan melintasi jalur lingkar (ring road) Mojosongo.

Andri mengakui, pengalihan arus berdampak pada kepadatan lalu lintas di Simpang Panggung dan Simpang Mojosongo. Meski demikian, setelah sepekan penerapan, pengguna jalan mulai mencari rute alternatif yang dinilai lebih sesuai dengan tujuan perjalanan masing-masing.

“Dampak dari pengalihan arus itu kawasan Simpang Panggung dan Simpang Mojosongo terpantau padat. Namun, setelah sepekan berjalan ini para pengguna jalan mulai mencari rute alternatif terbaik dari mereka,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo Luluk Suprianto menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan drainase perkotaan. Perbaikan dilakukan setelah ditemukan bagian saluran yang ambles di sekitar kantor Satpol PP Kota Surakarta, kawasan Pedaringan.

Menurut Luluk, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi beton bertulang sekaligus memperlebar saluran di sekitarnya. Pekerjaan itu dibiayai melalui APBD Kota Surakarta 2026 dalam paket rehabilitasi drainase perkotaan.

“Sebelumnya gorong-gorong di sekitar kantor Satpol PP Kota Solo (Pedaringan, Red) kan ambles, jadi kita perbaiki dengan metode beton bertulang. Ini masuk paket perbaikan drainase perkotaan, kami upayakan sebelum tanggal 5 November pekerjaan selesai dan bisa dibuka lebih awal,” beber Luluk. (ves)

Advertisement

Artikel Terkait

Beraksi di 15 Lokasi Se-Jateng, Kawanan Pencuri Kabel Tower BTS Dibongkar Polres Boyolali: 1 Kabur

Beraksi di 15 Lokasi Se-Jateng, Kawanan Pencuri Kabel Tower BTS Dibongkar Polres Boyolali: 1 Kabur

Pelaku menyasar menara penyedia layanan komunikasi seperti Telkomsel, Indosat, dan XL yang berada di dalam hutan atau kawasan sepi permukiman pada rentang waktu dini hari hingga menjelang subuh.

Airgun yang Digunakan Menembak Tukang Tambal Ban di Boyolali Dibeli secara Online Senilai Rp5 Juta

Airgun yang Digunakan Menembak Tukang Tambal Ban di Boyolali Dibeli secara Online Senilai Rp5 Juta

Tersangka mengaku memiliki hobi mengoleksi persenjataan mainan. Airgun dibeli secara daring dengan sistem Cash on Delivery (COD)

Motif Penembakan Tukang Tambal Ban di Boyolali, Pelaku Kesal dengan Kakak Korban

Motif Penembakan Tukang Tambal Ban di Boyolali, Pelaku Kesal dengan Kakak Korban

J yang merupakan warga Boyolali melampiaskan amarahnya dengan mendatangi kios tambal ban milik Panji dan melepaskan tembakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer