Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Longgarkan Tamu Pernikahan di Gedung

Perdana Bayu Saputra • Senin, 22 Maret 2021 | 01:36 WIB
Simulasi pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan di salah satu hotel, beberapa waktu yang lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
Simulasi pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan di salah satu hotel, beberapa waktu yang lalu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)






SOLO - Bisnis perhotelan optimistis proses recovery dunia pariwisata lebih cepat dari prediksi akhir tahun ini. Usai ditanda tanganinya surat edaran (SE) wali kota Surakarta terbaru terkait pelonggaran kegiatan di perhotelan. Kebijakan ini diharapkan menjadi angin segar bagi dunia pariwisata, khususnya bisnis perhotelan.













“Kebijakan pelonggaran ini memberikan keoptimisan bagi dunia pariwisata khususnya perhotelan. Ini momennya tepat karena saya melihat juga ada keputusan Kapolri telah mengizinkan acara-acara dalam bentuk pagelaran musik, konser, dan lain sebagainya. Meski tetap dengan pembatasan,” ungkap Pejabat Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Sistho A. Sreshtho, kemarin (19/3).





 

"Ini momen yang kami tunggu-tunggu. Setelah setahun lebih kondisi bisnis perhotelan lesu. Harapannya calon pembuat acara semakin semangat kembali mengisi ruang yang ada di hotel," sambungnya.


Salah satu hotel yang menjadi langganan acara hajatan, Lorin Solo Hotel juga menyambut baik kebijakan wali kota soal pelonggaran jumlah tamu undangan. Kendati sebelum ada kebijakan tersebut, demand Lorin Solo Hotel masih terbilang tinggi meskipun ada pembatasan jumlah tamu undangan.

“Tiap weekend, banyak wedding yang kami terima. Bahkan dalam sehari kami bisa menggelar dua wedding. Venue outdoor dan indoor terpakai semua. Bahkan untuk memakai venue outdoor harus booking jauh hari sebelumnya,” bebernya.

Tak hanya perhotelan, angin segar juga dirasakan oleh pengelola gedung pernikahan. Pelonggaran jumlah tamu undangan menjadi 500 orang membuat pengelola gedung pernikahan kebanjiran order. Peningkatan jumlah order terjadi sejak Februari lalu.

“Bulan ini saja tercatat ada 10 acara hajatan akan digelar. Terlebih kalau ada kebijakan pemerintah mengizinkan catering ladosan, itu sudah banyak membantu,” ungkap salah seorang pengelola gedung pernikahan di Kota Bengawan, Suriyah.

Dia berharap situasi bisa kembali normal. Sehingga layanan prasmanan dalam acara hajatan kembali diizinkan. Menurutnya, jika terus menggunakan box ia khawatir risiko makanan atau snack yang disajikan cepat basi.

"Semoga segera diperbolehkan oleh pemerintah untuk catering ladosan," pungkasnya.(aya/mg3/bun)






Editor : Perdana Bayu Saputra
##jawa pos #bisnis pernikahan #bisnis sewa gedung pernikahan #bisnis katering #hotel sewa kamar #pernikahan prokes #pernikahan di hotel