Kapolsek mengatakan, penghuni rumah sehari-hari membuka usaha jasa service elektronik bangunan yang sekarang sudah ludes dilalap si jago merah selasa malam. "Jadi banyaknya barang elekrronik didalam rumah yang memicu api cepat membesar," kata Kapolsek.
Dari hasil penyelidikan sementara, kejadian naas ini bermula saat penghuni rumah mengisi daya sepeda listrik dirumahnya sekitar pukul 12.00 siang. "Kemudian korban meninggalkan rumah," ujarnya.
Setelah salat isya, anak korban mendengar ada yang jangal dari sepeda listrik tersebur. Anak tersebut lantas mencabut charger dari sumber listrik. Namun yang terjadi aki sepeda listrik malah meledak dan menimbulkan percikan api.
"Percikan api dengan mudah membesar karena menyambar barang-barang disekitarnya," tutur Kapolsek.
Ditambahkan Kapolsek, warga sekitar berusaha memadamkan api, namun ternyata gagal. Api sendiri baru bisa padam setelah sembilan unit armada milik dinas Damkar tiba dilokasi
"Api selain menghanguskan rumah koeban juga merembet kerumah sampingnya, namun hanya mengenai atap rumah," pungkasnya. (atn/dam) Editor : Damianus Bram